• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rare Earth Strategis untuk Industri Komputer, Otomotif, Nuklir dan Ruang Angkasa

by Redaksi Asiatoday
January 23, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rare Earth Strategis untuk Industri Komputer, Otomotif, Nuklir dan Ruang Angkasa

Mineral Logam Tanah Jarang (Rare Earth) mengendap di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia diketahui memiliki mineral logam tanah jarang (Rare Earth) yang melimpah dan salah satunya mengendap di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Rare earth memang tidak mudah ditemukan di permukaan bumi. Ia berada di dalam bumi dan proses untuk mengolah logam-logam tersebut cukup rumit. Karena itulah dia disebut sebagai mineral tanah jarang.

Sebarannya juga tidak merata. Hanya sedikit wilayah di dunia yang memiliki logam tanah jarang.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Pusat Sumber Daya Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, logam tanah jarang sudah ditemukan sejak abad ke-18.

Sejak saat itu, para peneliti berlomba-lomba menemukan jenis unsur logam yang terkandung di dalamnya.

Di dalam tanah jarang, menyimpan unsur yang sangat langka atau keterdapatannya sangat sedikit dan umumnya berupa senyawa kompleks fosfat dan karbonat.

Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan material, unsur tanah jarang semakin dibutuhkan, dan umumnya pada industri teknologi tinggi.

Di Indonesia mineral mengandung unsur tanah jarang terdapat sebagai mineral ikutan pada komoditas utama terutama emas dan timah aluvial yang mempunyai peluang untuk diusahakan sebagai produk sampingan yang dapat memberikan nilai tambah dari seluruh potensi bahan galian.

Potensi endapan emas aluvial tersebut relatif melimpah dapat dijumpai tersebar di sebagian pulau-pulau besar di Indonesia.

Sedangkan pada Jalur Timah Asia Tenggara yang mengandung sebagian besar sumber daya timah dunia melewati wilayah Indonesia mulai dari Kepulauan Karimun, Singkep sampai Bangka dan Belitung merupakan potensi strategis yang dapat memberikan kontribusi besar kepada pembangunan nasional.

Penggunaan logam tanah jarang sangat luas dan erat kaitannya dengan produk industri teknologi tinggi, seperti industri komputer, telekomunikasi, nuklir, dan ruang angkasa.

Di masa mendatang diperkirakan penggunaan tanah jarang akan meluas, terutama unsur tanah jarang tunggal, seperti neodymium, samarium, europium, gadolinium, dan yttrium.

Rare Earth Potensi besar yang dapat dihasilkan dari komoditas unsur/logam tanah jarang khususnya dalam jangka panjang, di mana teknologi terus berkembang pesat, memerlukan ketersediaan bahan tersebut.

Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan berbagai pertimbangan yang tidak semata soal keekonomian.

Peluang jangka panjang dan untuk pemenuhan bahan industri teknologi tinggi seperti baterai kendaraan listrik akan dikembangkan di Indonesia, maka produk sampingan berupa mineral-mineral yang mengandung logam/unsur tanah jarang tersebut dapat dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan industri baterai listrik nasional.

Manfaat Rare Earth

Rare earth memiliki berbagai manfaat dalam dunia teknologi. Logam tanah jarang sering dimanfaatkan sebagai penyempurna produk teknologi. Dalam hal ini, gadget yang sekarang ini kita miliki pun juga membutuhkan logam tanah jarang sebagai lapisan di bagian layarnya.

Selain itu, logam tanah jarang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan neomagnet. Jenis magnet yang satu ini memiliki kekuatan yang lebih besar dariapda jenis magnet yang kita ketahui pada umumnya.

Dengan begitu, ada peluang untuk mengembangkan produk dinamo dan juga speaker yang lebih berkualitas dengan adanya neomagnet ini.

Tak hanya itu, di dunia otomotif juga mulai dikembangkan mobil hybrid yang dipicu dengan tenaga listrik. Tenaga yang digunakan untuk menggerakkan jenis mobil tersebut tentunya juga membutuhkan rare earth dalam jumlah yang tidak sedikit untuk membuat baterai.

Material logam tanah jarang juga sangat penting dalam industri logam, karena dianggap mampu menambah kekuatan dan ketahanan.

Di dunia militer, peralatan yang digunakan untuk berperang memerlukan logam tanah jarang. Berbagai alutsista seperti rudal, satelit, laser, dan berbagai peralatan militer lainnya memerlukan rare earth sebagai komponennya.

Peralatan militer yang berupa logam berat juga terkadang diberi campuran logam jenis ini agar semakin kuat. (ATN)

Tags: Logam Tanah JarangMinerbaRare Earth Element
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.