• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Anak Muda Golkar Diskusi Kelebihan Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Anak Muda Golkar Diskusi Kelebihan Mobil Listrik

Satya Hangga Yudha menjadi moderator diskusi Gerakan Milenial Airlangga Hartarto Golkar (GEMA Golkar) dengan tema ‘Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia’ di Bandung, Jawa Barat. Ist

ASIATODAY.ID, BANDUNG – Mobil listrik lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil berbahan bakar fosil. Namun, tempat pengisian listrik (charger) yang belum merata menjadi permasalahan.

Isu inilah yang mengemuka dalam diskusi Gerakan Milenial Airlangga Hartarto Golkar (GEMA Golkar) dengan tema ‘Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia’ di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/8/2019).

Diskusi dimoderatori pengamat energi Satya Hangga Yudha Widya Putra (Hangga), B.A. (Hons), MSc dengan narasumber Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika dan dua mahasiswa, yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Padjajaran Adhi Viari Nugraha dan Ketua Divisi Mobil Listrik 2018 Politeknik Negeri Bandung Amirul Siddiq Mirza.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dalam pembukaan diskusi, Hangga mengajukan pertanyaan kepada narasumber tentang seluk beluk mobil listrik. Para narasumber menyebutkan bahwa mobil listrik akan lebih ramah lingkungan.

“Mobil listrik juga lebih hemat energi dibanding mobil berbahan bakar fosil,” ungkap Amirul yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Mesin.

Hangga kemudian menyinggung tentang kesiapan industri Indonesia untuk menunjang mobil listrik. Untuk hal ini Direktur Putu menjawab dengan mantap.

“Kementerian Perindustrian mengusahakan adanya industri pembuatan baterai mobil listrik di Indonesia. Bahan baku baterai mobil listrik didominasi oleh nikel dan Indonesia salah satu penghasil nikel terbesar di dunia,” tegas Putu.

Mengenai fasilitas pengisian baterai juga moderator tanyakan kepada Direktur Putu, terutama untuk peran swasta karena masih sedikit sekali tempat pengisian baterai.

“Saat ini untuk motor listrik sudah ada fasilitas penggantian baterai di minimarket. Masalah utama kendaraan listrik memang dalam hal pengisian,” tambah Putu.

Para narasumber menyampaikan optimismenya akan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Apalagi pengembangan mobil listrik di Indonesia harus sesuai dengan peraturan tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

“Ini merupakan kesempatan bagi SDM Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa membuat mobil listrik. Apalagi TKDN mobil listrik cukup tinggi,” tutup Adhi.

Berbicara tentang Hangga yang menjadi moderator dikenal sebagai politisi muda yang mendalami bidang energi dan lingkungan hidup terutama energi baru terbarukan.

“Kita tidak bisa fokus pada lingkungan hidup saja, tanpa mempelajari energi,” jelasnya.

Hangga menuturkan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam memproduksi energi listrik.

“(Sebanyak) 87 persen penghasilan listrik Indonesia dihasilkan dari bahan bakar fosil, yaitu batu bara, minyak, dan gas,” katanya.

Selain itu, Hangga juga menyampaikan pentingnya beralih ke transportasi yang digerakkan oleh energi listrik. Hal ini berguna untuk menggantikan alat transportasi yang selama ini masih menggunakan bahan bakar fosil.

,’;\;\’\’
Tags: GolkarMobil ListrikSatya Hangga Yudha
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.