• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kelola Hibah USD7,37 Juta, Indonesia dan GEF-6 Akselerasi Penangkapan Ikan Terukur

by Redaksi Asiatoday
February 4, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kelola Hibah USD7,37 Juta, Indonesia dan GEF-6 Akselerasi Penangkapan Ikan Terukur 1

Wilayah Perikanan Kabupaten Seram Bagian Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Global Environment Facility (GEF) – 6 untuk mewujudkan penangkapan ikan terukur.

Sebanyak 52 rencana kegiatan telah dituangkan oleh KKP dan GEF-6 dalam Annual Workplan and Budget 2022.

Rencana kerja tersebut secara resmi ditandatangani oleh Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Ridwan Mulyana, yang juga sebagai Ketua Project Steering Committee (PSC) GEF-6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia dengan Vice President Director WWF-US, Renae Stenhouse selaku Implementing Agency GEF-6.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pelaksanaan program ini merupakan implementasi dari Grant Agreement antara KKP dengan WWF-US GEF Agency yang ditandatangani pada tanggal 23 Desember 2019 lalu.

Dukungan yang diberikan berupa pendanaan implementasi pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui Coastal Fisheries Initiative – Indonesia Child Project (CFI-ICP). Adapun nilai hibah yang dikelola dalam kerjasama itu sebesar USD7,37 juta dengan jangka waktu pelaksanaan 5 (lima) tahun hingga tahun 2025.

Ridwan mengatakan, kerjasama proyek GEF-6 ini dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dengan target di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 715, 717 dan 718.

Adapun lokasi percontohan proyek berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Maluku Tenggara.

“Rencana kerja tahunan yang disepakati ini untuk mendukung terobosan KKP yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Salah satunya melalui kebijakan penangkapan ikan terukur dan kampung nelayan maju,” ujarnya dalam kegiatan The 2nd PSC GEF-6 CFI Indonesia, dikutip Jumat (4/2/2022).

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di tiga lokasi percontohan tersebut di antaranya; menyediakan distribusi akses permodalan, pemasaran hasil tangkapan ikan dan diversifikasi usaha nelayan.

Selain itu juga pengembangan korporasi nelayan melalui penguatan usaha perikanan tangkap dari hulu ke hilir, sasi label, penguatan pengawasan tingkat provinsi serta regulasi pemanfaatan telur ikan terbang sebagai inovasi baru dalam pengelolaan perikanan.

“Yang tak kalah pentingnya, pengembangan kampung nelayan maju akan terus kita genjot untuk mewujudkan sentra nelayan yang bersih, mandiri dan tangguh dengan berbagai peningkatan kapasitas, baik untuk nelayan maupun keluarganya di sekitar lokasi proyek,” imbuhnya.

Hadir secara daring, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laksmi Dhewanthi selaku GEF Operational Focal Point Indonesia, yang mendorong peran aktif semua pemangku kepentingan yang terlibat proyek GEF-6. Perlu penguatan komitmen kesepakatan dan kesepahaman dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Harapannya manfaat dari adanya proyek ini juga terus berlanjut terus menerus bahkan setelah selesai nantinya. Proyek yang berjalan ini juga harus punya terobosan tidak business as usual, melihat dari evaluasi dan pelaksanaan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan WWF GEF Agency Heike Lingertart menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia dalam penyusunan Annual Workplan and Budget 2022 dengan baik yang mempertimbangkan kegiatan pada tahun sebelumnya serta masukan dan kebutuhan masyarakat di lokasi proyek.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kesempatan terus menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan laut yang selaras dengan penerapan konsep ekonomi biru untuk menyeimbangkan aspek ekonomi dan ekologi. (ATN)

Tags: Coastal Fisheries Initiative Challenge FundGlobal Environment FacilityKonservasi LautPerikanan BerkelanjutanWWF
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.