• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Australia Bendung Pengaruh China di Kampus

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Australia Bendung Pengaruh China di Kampus

Negeri Australia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Australia secara resmi akan menyelidiki pengaruh asing di kampus-kampus perguruan tinggi di tengah kekhwatiran meningkatnya pengaruh China di kalangan mahasiswa.

Kebijakan ini diambil terkait laporan adanya mahasiswa dan staf yang melakukan “swasensor” dalam isu-isu sensitif seperti aksi protes prodemokrasi di Hong Kong.

Pemerintah Australia juga menyatakan beberapa universitas juga telah menjadi sasaran serangan siber yang disponsori oleh China. Karena itu pemerintah kemudian membentuk satuan tugas atau satgas intelijen untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong

Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

“Universitas juga harus bertindak untuk melindungi informasi berharga yang mereka miliki karena merupakan bagian dari kepentingan nasional,” kata Menteri Pendidikan Dan Tehan dalam pidatonya seperti dikutip BBC, Senin (2/9/2019).

Tehan menghubungkan langkah mengatasi campur tangan asing itu dengan “perluasan” perlindungan kebebasan bicara dan kebebasan akademis di kampus.

Universities Australia, sebuah kelompok asosiasi universitas di sana, menyambut baik pengumuman tersebut sembari mengatakan perlunya sikap “berimbang dan hati-hati”.

Menanggapi pengumuman itu, China menyebutnya sebagai “tak beralasan”. Mengapa langkah itu diambil.

Pengumuman tersebut dibuat pada 28 Agustus tanpa menyebut nama negara tertentu. Namun belakangan kekhawatiran terhadap pengaruh China di kampus-kampus meningkat.

Belum lama ini terjadi bentrokan di sejumlah universitas antara mahasiswa yang mendukung gerakan prodemokrasi di Hong Kong dengan mahasiswa China daratan yang mendukung pemerintah mereka. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia PasifikAsia TerkiniAustraliaChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • A Different Kind of Hero: Ringgo Brings Authentic Down Syndrome Representation to Tanah Runtuh
  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.