• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Australia Bendung Pengaruh China di Kampus

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Australia Bendung Pengaruh China di Kampus

Negeri Australia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Australia secara resmi akan menyelidiki pengaruh asing di kampus-kampus perguruan tinggi di tengah kekhwatiran meningkatnya pengaruh China di kalangan mahasiswa.

Kebijakan ini diambil terkait laporan adanya mahasiswa dan staf yang melakukan “swasensor” dalam isu-isu sensitif seperti aksi protes prodemokrasi di Hong Kong.

Pemerintah Australia juga menyatakan beberapa universitas juga telah menjadi sasaran serangan siber yang disponsori oleh China. Karena itu pemerintah kemudian membentuk satuan tugas atau satgas intelijen untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

“Universitas juga harus bertindak untuk melindungi informasi berharga yang mereka miliki karena merupakan bagian dari kepentingan nasional,” kata Menteri Pendidikan Dan Tehan dalam pidatonya seperti dikutip BBC, Senin (2/9/2019).

Tehan menghubungkan langkah mengatasi campur tangan asing itu dengan “perluasan” perlindungan kebebasan bicara dan kebebasan akademis di kampus.

Universities Australia, sebuah kelompok asosiasi universitas di sana, menyambut baik pengumuman tersebut sembari mengatakan perlunya sikap “berimbang dan hati-hati”.

Menanggapi pengumuman itu, China menyebutnya sebagai “tak beralasan”. Mengapa langkah itu diambil.

Pengumuman tersebut dibuat pada 28 Agustus tanpa menyebut nama negara tertentu. Namun belakangan kekhawatiran terhadap pengaruh China di kampus-kampus meningkat.

Belum lama ini terjadi bentrokan di sejumlah universitas antara mahasiswa yang mendukung gerakan prodemokrasi di Hong Kong dengan mahasiswa China daratan yang mendukung pemerintah mereka. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia PasifikAsia TerkiniAustraliaChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.