• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kurang Gerak, Warga Jakarta Rentan Terserang Penyakit

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kurang Gerak, Warga Jakarta Rentan Terserang Penyakit

Sebagian besar warga Jakarta kurang bergerak akibat kehabisan waktu di kendaraan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengampanyekan ‘Jalan Hijau’ di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

Menurut Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo, kampanye Jalan Hijau bertujuan mendorong kesadaran masyarakat semaksimal mungkin untuk berpindah dari kendaraan bermotor pribadi ke angkutan umum massal serta berjalan kaki dalam aktivitas bertransportasi sehari-hari. Kampanye itu memungkinkan kondisi jalanan perkotaan akan semakin ramah lingkungan.

Menurutnya, kampanye itu menyasar dua isu utama. Pertama, isu transportasi dengan kenyataan menunjukkan di Jakarta, Bogor, depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) kemacetan lalu-lintas menjadi semakin parah akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum massal.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Data pada 2016, dia menegaskan jumlah pergerakan (mobilitas) manusia di Jabodetabek tercatat lebih kurang 50 juta pergerakan per hari. Namun, data terakhir menunjukkan jumlah pergerakan manusia di Jabodetabek sudah meningkat drastis menjadi 88 juta pergerakan per hari.

“Permasalahannya pergerakan manusia yang menggunakan angkutan umum masih sangat minim, misalnya pergerakan ke tempat kerja sehari-hari hanya 8 persen yang menggunakan angkutan umum massal,” kata Budi, Senin (2/9/2019).

Kedua, Isu kesehatan dengan kemacetan yang parah menyebabkan kualitas udara di langit Jabodetabek menjadi buruk dan membahayakan kesehatan manusia.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, tingkat resiko masyarakat terkena penyakit non infeksi yang membahayakan karena kurang gerak seperti stroke, diabetes, hipertensi, jantung dan lain-lain meningkat dari semula 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018.

Tidak mengherankan kenyataan menunjukkan rata-rata orang Indonesia masih sangat minim berjalan kaki yaitu hanya kurang lebih 3.000 langkah per hari.

Angka itu jauh di bawah standar minimal yang setidaknya 6.000 langkah per hari atau idealnya 10.000 langkah per hari. Negara-negara maju di Asia seperti Singapura, Jepang, Korea dan Hong Kong rata-rata penduduknya berjalan kaki lebih dari 6.000 langkah per hari.

“Khusus di DKI Jakarta malah tercatat sebagai wilayah dengan penduduk yang mengalami diabetes tertinggi. Kondisi ini diduga di antaranya karena masyarakat semakin minim bergerak termasuk berjalan kaki,” tuturnya.

Budi menambahkan jarak yang seharusnya terjangkau dengan berjalan kaki kini lebih banyak ditempuh dengan menggunakan sepeda motor.

Dengan mengedepankan isu kesehatan dalam Kampanye Jalan Hijau, dia berharap kampanye itu akan lebih menggugah kesadaran masyarakat untuk mengurangi kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum dan berjalan kaki. “Karena mereka secara langsung akan mendapatkan benefit dari aspek kesehatan yang tidak ternilai harganya,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Jalan HijauPolusiPolusi JakartaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.