• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Balas Sanksi AS, Rusia Siap Tutup Suplay Gas ke Eropa

by Redaksi Asiatoday
March 8, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Balas Sanksi AS, Rusia Siap Tutup Suplay Gas ke Eropa 1

Fasilitas Nord Stream 2 milik Rusia. Foto: fundscene

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rusia mengancam akan menutup suplay pasokan gas alam ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 sebagai bagian dari tanggapan negeri itu terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutu atas invasi Ukraina.

Langkah ini dikhawatirkan dapat meningkatkan gejolak di pasar energi dan mendorong harga konsumen lebih tinggi.

Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan Rusia memiliki hak untuk mengambil tindakan yang mencerminkan sanksi yang dijatuhkan pada ekonomi Rusia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Namun, dia mengatakan belum ada keputusan untuk mematikan Nord Stream 1 dan pipa saat ini beroperasi pada kapasitas penuh. Komentar tersebut muncul setelah spekulasi beredar di pasar gas Eropa, dengan harga pada satu titik melonjak hampir 80 persen di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia.

“Rusia memiliki pilihan lain untuk menjual minyaknya. Jika AS dan Uni Eropa melarang impor Rusia. Kami memperingatkan bahwa setiap langkah seperti itu dapat memiliki konsekuensi bencana bagi pasar dunia dengan harga melonjak hingga US$ 300 per barel atau lebih,” kata Novak dilansir dari Bloomberg, Selasa (08/03/2022).

Ketergantungan Eropa pada energi Rusia menjadi perhatian bagi para pemimpin Uni Eropa untuk menyepakati bagaimana menanggapi perang Rusia Ukraina.

Bulan lalu, Berlin menangguhkan proyek pipa Nord Stream 2 senilai US$ 11 miliar, dan pejabat Uni Eropa mengatakan mereka sedang mengerjakan rencana yang dapat memotong kebutuhan impor blok itu dari Rusia hampir 80 persen tahun ini.

Tetapi banyak politisi UE tetap waspada terhadap tindakan Rusia. Hal ini merupakan salah satu alasan Jerman menolak proposal larangan impor minyak.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan minyak dan gas Rusia sangat penting bagi ekonomi Eropa. Sekitar 40 persen impor gas UE dan seperempat pasokan minyak berasal dari Rusia. (ATN)

Tags: Nord StreamRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.