• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Krisis Hakim, Komisi Yudisial Jadi Sorotan

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Komisi Yudisial Terima 1.544 Aduan Pelanggaran Kode Etik Hakim di Indonesia Selama 2019

Komisi Yudisial Republik Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menyoroti peran Komisi Yudisial (KY) dalam mengatasi krisis hakim di Indonesia.

Menurut Jokowi, dibutuhkan langkah progresif untuk mengatasi kekurangan hakim adhoc tindak pidana korupsi di Mahkamah Agung (MA) dan hakim tata usaha negara untuk perkara pajak yang sangat krusial untuk memastikan terlindunginya penerimaan negara dari perpajakan.

“Dalam menjalankan peran sebagai perisai independensi, menjaga imparsialitas, dan kehormatan hakim, Komisi Yudisial harus menjamin ketersediaan hakim agung, hakim adhoc Mahkamah Agung dan para hakim yang berintegritas melalui proses seleksi yang transparan, obyektif, dan profesional,” kata Jokowi dalam acara Penyampaian Laporan Tahunan Komisi Yudisial Tahun 2021, dikutip dari siaran Setpres, Rabu (9/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Jokowi mengungkapkan, KY juga harus memastikan calon hakim yang diusulkan ke DPR RI memiliki rekam jejak terpuji, berintegritas, kompeten, serta memiliki semangat dan komitmen tinggi dalam memerangi korupsi.

Pada kesempatan itu, Jokowi tak lupa mengapresiasi pembentukan tim penghubung yang menjembatani komunikasi antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung dalam mencari solusi ketika terjadi perbedaan pendapat dan berkolaborasi dalam melakukan pemeriksaan.

“Kemitraan strategis antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung adalah kunci terjaganya marwah para agung dalam memutus perkara sehingga mampu membatasi dan memutus ruang gerak mafia peradilan dan yang lainnya,” kata Jokowi.

“KY memiliki peran penting dalam meningkatkan integritas hakim dan menjaga kehormatan institusi peradilan guna memperbaiki tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Hakim IndonesiaKomisi YudisialPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.