ASIATODAY.ID, JAKARTA – Insiden mematikan di salah satu sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT. Geo Dipa Energi di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah kini jadi sorotan luas.
Pasalnya, peristiwa ledakan di sumur geothermal tersebut menewaskan seorang pekerja dan sejumlah pekerja lainnya terpaksa di larikan ke rumah sakit akibat keracunan gas.
Atas kejadian ini, Jaringan Advokasi Tambang Nasional (JATAMNAS) mendesak, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan manajemen Geo Dipa Energi untuk bertanggung jawab.
“Lagi dan lagi, warga jadi korban dari ambisi pembangkit energi skala raksasa yang tak pernah serius memperhitungkan risiko,” tulis JATAMNAS dalam Twitternya, Sabtu (12/3/2022).
“Ini bukan kejadian pertama, 2007 dan 2016 juga terjadi ledakan. Warga jadi korban,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki F. Ibrahim menegaskan bahwa tidak ada ledakan pada PLTP tersebut.
“Tidak ada ledakan dan semburan. Jadi ini sumur tua yang diperbaiki,” ujarnya, Sabtu (12/3/2022)
Terkait korban, Riki mengatakan bahwa korban terluka karena gas. Namun bukan berasal dari dalam sumur yang sedang diperbaiki.
“Para korban itu terkena gas. Tapi bukan dari dalam sumur. Dan bukan akibat ledakan. Para korban yang luka para profesional. Tidak ada warga sekitar,” terangnya
Corporate Secretary PT Geo Dipa Energi, Endang Iswandini menegaskan tidak terjadi ledakan di sumur pengeboran, namun ada semburan gas di sumur eksisting PLTP Unit Dieng 1.
“Sedang ada perbaikan oleh rig kontraktor. Saat kejadian, relief valve terbuka secara otomatis di bawah standar tekanan yang seharusnya,” kata Endang Iswandini.
Dijelaskan Endang, kecelakaan tersebut terjadi Sabtu (12/3/2022) sekitar pukul 14.55 di PAD 28 yang berada di Kawasan Dieng, Batur, Banjarnegara.
“Awal mulanya pekerja hendak memeriksa relief valve di mud pump-1 yang terbuka secara otomatis. Pekerja tersebut diduga terpapar gas beracun dan jatuh pingsan. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kejajar 1 untuk mendapat pertolongan medis,” jelasnya.
Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai standar keamanan dan keselamatan pekerja.
Saat ini, Geo Dipa sedang melakukan penanganan sebagai antisipasi agar dampak kejadian tak meluas.
Data terkini, 1 orang meninggal di puskesmas atas nama Lilik warga asal Magelang. Sementara 8 pekerja lain masih mendapat perawatan medis.
PT Geo Dipa Energi memastikan akan bertanggung jawab kepada seluruh pekerja yang jadi korban dalam insiden tersebut.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas insiden gas beracun yang menimpa pekerja. Kami akan bertanggung jawab kepada seluruh korban terdampak,” pungkas Endang.
Kepolisian Resor (Polres) Banjarnegara, Jawa Tengah, telah melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi PLTP.
“Tim dari Polres Banjarnegara sudah langsung melokalisir dan melakukan sterilisasi,” ujar Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto.
Pernyataan Henry tersebut disampaikan usai 9 orang diduga telah menghirup gas beracun saat melakukan persiapan pengeboran di Sumur PAD 28 Geo Dipa.
Kondisi tersebut terjadi lantaran diduga ada pipa yang bocor, sehingga mengakibatkan keluarnya gas H2S dari sumur.
“Saat ini tim dari Polres Banjarnegara masih melakukan olah TKP, dan perkembangan selanjutnya akan segera kami update,” tutur Hendri.
Ditambahkan Hendri, saat ini pihaknya juga telah melakukan pengecekan secara langsung terkait kondisi para korban yang sedang dirawat di RSUD KRT Setjonegoro, Wonosobo.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengirim tim ke PLTP Dieng.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana membenarkan adanya insiden di PLTP Dieng. Namun dia belum bisa membeberkan secara rinci lantaran masih mengumpulkan informasi.
Dia menegaskan sudah ada tim Kementerian yang diberangkatkan ke lokasi kejadian.
Sementara itu, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris Yahya membantah terjadinya ledakan sumur di PLTP Dieng.
“Yang kami dengar bukan sumur meledak,” tegasnya. (ATN)
