• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Optimalkan Karbon Biru Melalui Konservasi Pesisir dan Laut

by Redaksi Asiatoday
March 21, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Indonesia Izinkan Status Zona Inti Kawasan Konservasi Bisa Diubah?

Kawasan konservasi di Indonesia. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, berkomitmen menjaga ekosistem pesisir dan laut sebagai penopang perekonomian, kesejahteraan, dan ketahanan bangsa secara terukur.

Pasalnya, ekosistem laut dan pesisir menyimpan ‘karbon biru’ (blue carbon) yang akan membantu Indonesia memenuhi komitmen perubahan iklim dan menjaga iklim bumi.

Untuk itu, sejak tahun 2017, BRSDM pun menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA), untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan konservasi sumber daya padang lamun dan mangrove yang merupakan ekosistem penyerap karbon (blue carbon).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sebagai tindak lanjut program Science and Technology Research Partnerships for Sustainable Development (SATREPS) untuk Comprehensive Assessment and Conservation of Blue Carbon Ecosystems and their Services in the Coral Triangle (BlueCARES) yang terlaksana sejak tahun 2017, dilaksanakan 5th Joint Coordinating Committee (JCC) sebagai wadah koordinasi antara Indonesia, Filipina dan Jepang, pada 17 Maret 2022.

Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, menerangkan bahwa kondisi global dalam dua tahun terakhir penuh dengan tantangan akibat pandemi Covid-19, yang juga berimbas pada program SATREPS BlueCARES di Indonesia.

Namun demikian, kerjasama yang terjalin baik dengan mitra dirasa efektif dalam melaksanakan program yang bermanfaat untuk pengelolaan ekosistem pesisir dan laut bagi generasi mendatang.

“Lima tahun telah berlalu sejak pembentukan resmi program SATREPS BlueCARES pada tahun 2017, dan sekarang kita berada di tahun terakhir program tersebut. Di mana tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan Strategi Pengelolaan Karbon Biru berbasis ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat berkontribusi pada kebijakan yang terkait dengan konservasi dan perubahan iklim baik itu dalam skala lokal, nasional maupun regional,” terang Nyoman, dikutip Senin (21/3/2022).

Terkait dengan kendala di masa pandemi, Nyoman turut memaparkan dua poin penting arah perkembangan program SATREPS BlueCARES di Indonesia.

Pertama, di tingkat regional, ia berharap seluruh pihak dapat fokus pada output program guna mendukung berbagai kebijakan di Indonesia dalam hal pengelolaan ekosistem pesisir dan laut, termasuk berkontribusi pada perencanaan pembangunan rendah karbon.

Kedua, terkait dengan transformasi BRSDM, Nyoman berharap kerja sama dengan seluruh mitra dapat tetap terjalin untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan bersama.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Fidel R. Nemenzo, Chancellor of University of the Philippines Diliman; Kazuo Nadaoka, Chief Technical Advisor of BlueCARES Projectl; Rene Rollon, College of Science, University of the Philippines Diliman; serta seluruh tim SATREPS BlueCARES.

BlueCARES merupakan salah satu proyek SATREPS dengan fokus penelitian blue carbon untuk pengembangan strategi nasional blue carbon yang akan mendorong konservasi ekosistem pesisir sekaligus memberikan kontribusi pada program mitigasi perubahan iklim.

Secara teknis, komponen kegiatan dalam kerja sama ini meliputi: kuantifikasi kapasitas simpanan karbon mangrove dan lamun sebagai penguatan sektor perubahan iklim Indonesia; kuantifikasi dan valuasi layanan ekosistem yang dimanfaatkan masyarakat (perikanan, perlindungan pantai, ekowisata, badan lainnya); serta kuantifikasi dinamika ekosistem pesisir dan layanan ekosistemnya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dari hulu ke hilir.

Sebelumnya, pada Mei 2021, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut terkait blue carbon untuk dijadikan dasar ilmiah dalam suatu kebijakan.

Dirinya juga berharap ekosistem laut dan pesisir dapat dijaga kelestariannya, agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di One Ocean Summit pada 11 Februari 2022 lalu.

“Presidensi G20 Indonesia akan mengangkat pentingnya ekonomi biru, karbon biru, dan penanganan sampah laut. Indonesia siap bermitra dengan semua pihak bagi terwujudnya ekosistem laut yang berkelanjutan,” papar Presiden Joko Widodo. (ATN)

Tags: Blue CarbonJICAKarbon BiruKonservasi LautSATREPS BlueCARES
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.