• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AUKUS Mulai Kembangkan Rudal Hipersonik

by Redaksi Asiatoday
April 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AUKUS Mulai Kembangkan Rudal Hipersonik

Rudal Hipersonik. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Tiga negara yang tergabung dalam AUKUS yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia mengumumkan akan bekerjasama dalam pengembangan rudal hipersonik.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah melakukan tinjauan kerjasama pertahanan trilateral, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan komitemen mereka itu.

Selanjutnya, tiga negara itu akan memulai kerja sama trilateral baru pada hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan perang elektronik, serta untuk memperluas berbagi informasi dan memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Para pemimpin ketiga negara, yang membentuk aliansi keamanan yang dikenal sebagai AUKUS pada September 2021, menyambut bidang kerja sama yang baru diumumkan.

“Kerjasama ini akan menambah upaya kami yang ada untuk memperdalam kerja sama dalam kemampuan dunia maya, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan kemampuan bawah laut tambahan,” bunyi pernyataan bersama sebagaimana dilaporkan Xinhua, pada Rabu (6/4/2022).

Ketika ketiga negara mengumumkan pembentukan AUKUS, di mana Amerika Serikat dan Inggris berjanji untuk mempersenjatai Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir, Prancis menganggapnya sebagai “tikaman dari belakang”, karena Canberra tiba-tiba meninggalkan kesepakatan kapal selam bertenaga konvensional dengan Paris tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Selain itu, AUKUS juga menimbulkan kekhawatiran tentang perlombaan senjata di antara negara-negara besar yang akan menggoyahkan kawasan Asia Tenggara.

Tak lama setelah pembentukan aliansi, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan “sangat prihatin dengan berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan di kawasan.”

Sekitar waktu yang sama, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan proyek kapal selam bertenaga nuklir dapat “memprovokasi kekuatan lain untuk mengambil tindakan yang lebih agresif di wilayah ini.” (ATN)

Tags: AUKUSIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.