• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Indonesia dan Malaysia Bersaing di UNESCO Klaim Kesenian Reog

Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

by Redaksi Asiatoday
April 9, 2022
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia dan Malaysia Bersaing di UNESCO Klaim Kesenian Reog

Kesenian Reog Ponorogo. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Malaysia bersaing di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk mengklaim kesenian Reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Pemerintah Indonesia sudah mengajukan kesenian Reog ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia pada 18 Februari 2022. Kepastian ini disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy, pada Kamis (7/4/2022) lalu.

Sementara Malaysia dikabarkan telah lebih dahulu mendaftarkan Reog sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Kesenian Reog Ponorogo sendiri sudah mengakar di Indonesia dan diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2013. Selama kurun waktu 4 tahun berjalan, pemerintah sudah melengkapi dan menyempurnakan persyaratan untuk diusulkan ke UNESCO.

Untuk memperkuat klaim Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Ponorogo, saat ini tengah mengumpulkan arsip dan dokumen sejarah Reog Ponorogo, sebagai warisan budaya Indonesia.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur juga akan menggandeng ahli sejarah untuk menelusuri dokumen sejarah Reog Ponorogo,” kata Khofifah, kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

Pengumpulan arsip sejarah ini untuk keperluan kelengkapan dokumen Indonesia ke UNESCO.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto mengatakan, Reog Ponorogo merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi wilayah Jawa Timur dan Indonesia.

“Kami sedang menyiapkan arsip dan dokumentasi sejarah sebagai syarat utama. Kami juga akan menggandeng ahli sejarah untuk mengumpulkan bukti sejarah keberadaan Reog sebagai kesenian asli Ponorogo,” sambungnya.

Dalam pengumpulan bukti-bukti itu, pihaknya mengaku menemui kendala karena lemahnya dokumentasi yang dimiliki. Hal ini menjadi penting, untuk memenuhi syarat dan meyakinkan bahwa Reog lahir dari Ponorogo. (ATN)

Tags: Asia CulturalBudaya IndonesiaReog Ponorogo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.