• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investor Jepang Jajaki Peluang Investasi Nikel dan Perikanan di Buton

by Redaksi Asiatoday
April 14, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investor Jepang Jajaki Peluang Investasi Nikel dan Perikanan di Buton 1

Potensi pulau Buton. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Investor Jepang tengah menjajaki peluang investasi di sektor industri nikel dan perikanan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Penjajakan itu dilakukan langsung oleh President Director PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Yoshihiro Kobi, dengan mengunjungi daerah itu bersama timnya. Kehadiran mereka pun disambut langsung oleh Bupati Buton, La Bakry.

“Kami tertarik untuk melihat peluang di daerah ini,” jelasnya.

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Menurut Yoshihiro Kobi, Buton selama ini dikenal memiliki cadangan aspal besar, namun pihaknya belum mempunyai pengalaman dalam industri pengolahan aspal. Karena itu, pihaknya lebih tertarik pada nikel dan perikanan.

“Kita utamakan nikel. Kalau aspal kami belum ada ilmu. Perikanan boleh, itu bisa karena lebih dekat kembali ke Jepang juga. Tapi kita masih pelajari lebih detail lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Buton La Bakry, mengapresiasi minat dari investor Jepang tersebut.

Bakry menjelaskan, pemerintahan yang dipimpinnya sudah mempunyai desain pengembangan Buton Industrial Park di Kecamatan Kapontori. Wilayah akan menjadi kawasan industri nikel sesuai dengan potensinya. Sementara untuk aspal berada di Kecamatan Lasalimu, termasuk dengan perikanannya.

“Saya menawarkan beberapa potensi strategis dan kami telah melihat langsung potensinya mulai dari Lasalimu, Kapontori, hingga di Pulau Pendek,” kata La Bakry dalam keterangan tertulis Kamis (14/4/2022).

Menurut Bakry, jika hasil studi itu sukses, dipastikan investor akan membangun pabrik. Nilainya bisa triliunan rupiah dan dapat membangkitkan perekonomian rakyat dan daerah.

“Selain nikel mereka juga tertarik dengan perikanan. Jika investornya sudah pasti, kami akan menyiapkan lahan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelKerjasama Indonesia-Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.