• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp85,77 Triliun, CATL, Antam dan IBC Bangun Industri Nikel di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Smelter Nikel IWIP Dipersiapkan Jadi Percontohan di Indonesia

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) berkolaborasi dengan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) membangun industri nikel di Indonesia.

Industri ini menelan investasi senilai USD5,97 miliar atau setara Rp85,77 triliun.

CATL, Antam, dan IBC akan membangun proyek yang mencakup mulai dari penambangan nikel hingga bahan baterai, daur ulang, dan pabrik baterai mobil listrik dan motor listrik.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Adapun Indonesia saat ini ingin menjadi pemain utama dalam rantai pasokan kendaraan listrik, bermodal cadangan nikel yang sangat besar.

CATL sudah memiliki beberapa keterlibatan di Indonesia, sementara perusahaan China termasuk Tsingshan Holding Group juga memainkan peran utama di sektor nikel negara itu.

“Proyek Indonesia merupakan tonggak penting bagi CATL karena kami memperluas jejak global kami, dan itu akan menjadi lambang persahabatan abadi antara China dan Indonesia,”ujar Pendiri dan Ketua CATL Robin Zeng dalam keterangan resmi dikutip Minggu (19/4/2022).

Dilansir dari South China Morning Post dan Cnevpost.com kerjasama ini diharapkan dapat memastikan pasokan sumber daya utama hulu dan bahan baku untuk produksi baterai CATL yang memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan yang meningkat untuk kendaraan listrik dan baterai listrik.

CATL juga dikatakan memiliki 49 persen saham proyek pengembangan nikel laterit yang dikerjakan bersama Antam.

Sedangkan di lima proyek lainnya yang meliputi pembuatan baterai terner dan daur ulang baterai, CATL pemegang saham sebesar 60 persen atau 70 persen.

Konstruksi proyek kerjasama tersebut diproyeksikan akan berlangsung selama lima tahun, mulai 2022 hingga 2026, di atas lahan seluas sekitar 29.085 hektar.

Sebelumnya, CATL telah berekspansi ke pasar internasional dengan mengelola pabrik di Thuringia, Jerman, dan mengantongi lisensi produksi sel baterai 8 GWh. Proyek ini akan berbasis di provinsi Maluku Utara, Indonesia.

Usaha bersama ini masih membutuhkan persetujuan dari pemegang saham BUMN dan para regulator. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.