• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

BI Kecewa Indonesia Gagal Tarik Puluhan Investasi Tiongkok

by Redaksi Asiatoday
September 7, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BI Kecewa Indonesia Gagal Tarik Puluhan Investasi Tiongkok

Bank Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia ikut terpukul dengan ekspansi investasi Tiongkok yang lebih memilih Vietnam dibanding Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengaku sempat kecewa terhadap pemerintah yang tak berhasil menarik minat investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Sebanyak 33 perusahaan Tiongkok justru memilih Vietnam membangun pabrik barunya.

“Pak Presiden kan menjadi concern kenapa ada 33 perusahaan yang dari Tiongkok pergi. Kenapa mereka pindah, untuk mengirimkan ke AS juga susah, tapi tidak ada yang masuk ke RI,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut Destry, puluhan investor Tiongkok itu keberatan dengan perizinan di Indonesia. Padahal soal wilayah hingga tenaga kerja, investor asal Negeri Tirai Bambu itu tak keberatan.

“Kalau masalah wilayah, tenaga kerja, dan sebagainya itu kan sesuatu yang bisa diukur. Itu bisa ditempatkan ke dalam perhitungan mereka, visibility mereka. Tapi yang tak bisa diukur adalah perizinan, selesainya kapan, pembebasan lahan,” jelasnya.

Karena itu, Destry meminta pemerintah terus mendorong aliran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Berdasarkan catatan bank sentral, aliran FDI masih rendah ketimbang portofolio saham dan obligasi.

Destry menyebut secara keseluruhan aliran modal asing yang masuk hingga awal Agustus 2019 mencapai lebih dari Rp170 triliun, namun didominasi investasi portofolio saham dan obligasi. Padahal menurutnya saat ini ekonomi Indonesia lebih butuh investasi asing langsung.

“Akan lebih bagus jika ini diimbangi masuknya FDI yang lebih besar,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bank IndonesiaInvestasi AsingInvestasi GlobalInvestor AsingModal Asing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.