• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Gejolak di Hong Kong Untungkan Industri Perhotelan Singapura

by Redaksi Asiatoday
September 7, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak di Hong Kong Untungkan Industri Perhotelan Singapura

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gejolak yang terjadi di Hong Kong berefek ke Industri Pariwisata khususnya Perhotelan di Singapura. Pasalnya, tingkat okupansi di negara itu naik ke level tertinggi.

Berdasarkan data dewan pariwisata Singapura yang dikutip Sabtu (7/9/2019), tingkat hunian rata-rata di hotel-negara di Singapura mencapai 93,8 persen pada Juli, level tertinggi sejak tahun 2005 dan naik dari 92,5 persen pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini sebagai dampak dari aksi demonstrasi pro demokrasi yang telah mengguncang Hong Kong, yang menyebabkan wisatawan berpindah dan pebisnis mencari tempat baru untuk menggelar acara atau konferensi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut analis di DBS Bank Ltd. Derek Tan, sejumlah bisnis mengalihkan tempat konferensi dari Hong Kong ke negara-negara lain, termasuk ke Singapura.

“Singapura mungkin mendapat keuntungan dua kali lipat dari kejatuhan Hong Kong karena kedua destinasi ini memiliki sifat yang sama,” kata Tan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2019).

Global Wellness Summit, acara yang dihadiri sekitar 600 delegasi industri kesehatan dan kecantikan yang dijadwalkan pertengahan Oktober baru-baru ini mengatakan memindahkan lokasi ke Singapura dari Hong Kong.

Juru bicara acara itu mengatakan langkah ini merupakan antisipasi untuk memastikan agar acara berjalan semulus mungkin.

Marcus Hanna, manajer umum Fairmont Singapore dan Swissotel The Stamford mengatakan ada sejumlah grup bisnis perusahaan dari Hong Kong yang menginap selama lima malam di jaringan hotelnya yang menawarkan fasilitas konferensi dan pertemuan.

Hanna mengatakan hotelnya telah menerima sejumlah pertanyaan dari perusahaan yang ingin memindahkan acara keluar dari Hong Kong di tengah kerusuhan yang terjadi.

Analis Jefferies, Krishna Guha mengatakan peristiwa di Hong Kong akan menjadi faktor dalam mengangkat sektor perhotelan Singapura. Pendapatan per kamar yang tersedia, yang merupakan metrik kinerja utama untuk industri perhotelan, naik menjadi S$203,7 pada bulan Juli, tertinggi sejak Oktober 2015, dan dari S$200,2 pada bulan Juli 2018.

Dia mengatakan aksi demonstrasi akan membebani rencana perjalanan musim panas wisatawan, selain adanya faktor lain termasuk pengetatan pasokan hotel di Singapura selama peak season bagi pengunjung dari Asia Utara dan pelemahan dolar Singapura.

Bandara di Hong Kong telah mengalami gangguan berulang karena demonstrasi dan operator hotel telah melaporkan penurunan tingkat hunian dan sejumlah pembatalan pemesanan. Banyak negara seperti Singapura telah menyarankan warganya untuk menunda perjalanan yang tidak penting ke wilayah bekas jajahan Inggris tersebut.

“Prospek masih suram untuk September dan sisa tahun ini untuk tujuan Hong Kong,” kata Alicia Seah dari biro perjalanan Dynasty Travel.

“Sekarang ada efek limpahan dengan pelancong yang ingin liburan dan berbisnis memilih untuk pergi ke Singapura daripada Hong Kong,” terangnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hong KongSingapuraUnjukrasa Hong KongWisata Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.