• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Nilai Mata Uang 142 Negara Melemah, Imbas Perang Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rusia Kuasai Kota Mariupol, Selanjutnya Kharkiv, Kiev, Chernihiv dan Melitopol

Situasi Kota Mariupol setelah digempur pasukan Rusia. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Global Crisis Response Group (GCRG) mencatat, perang Rusia dan Ukraina menimbulkan dampak luas, termasuk pelemahan mata uang negara-negara di dunia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“100 hari setelah perang Ukraina, mata uang 142 negara berkembang rata-rata terdepresiasi dengan rata-rata 2,8 persen terhadap dolar Amerika,” jelas Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam Media Briefing, Jumat (10/6/2022).

Menurut GCRG, 60 persen dari negara-negara termiskin berada dalam kesulitan utang atau tinggi risiko.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kemudian, tingkat utang publik di negara berkembang meningkat dari 55,7 persen menjadi 65,1 persen dari PDB antara 2019 dan 2021. Pada 2022, diperkirakan membutuhkan USD311 miliar untuk melayani utang luar negeri publik akibat konflik berkepanjangan Rusia-Ukraina

“Di sektor keuangan dan masalah suku bunga dan ketidakpastian di global berdampak pada nilai mata uang sbeagian besar negara berkembang dan kemampuan pasar luar negeri,” jelas Susiwijono.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan menyebutkan, nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi sepanjang kuartal pertama 2022 akibat disrupsi global. Secara rerata, kurs rupiah melemah hingga 0,33 persen dibanding posisi akhir 2021.

Depresiasi nilai tukar rupiah dianggap lebih baik dibanding mata uang ringgit Malaysia yang melemah 1,15 persen year to date (ytd), Rupee India terdepresiasi 1,73 persen (ytd), dan baht Thailand melemah hingga 3,15 persen (ytd)

Lbih lanjut Sesmenko Perekonomian menjelaskan, selain sektor keuangan, pangan dan energi juga ikut terdampak. Indeks harga pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) menyusut ke level 157,4 poin pada Mei 2022 atau turun 0,9 poin dari April. Harga minyak mentah atau CPO melonjak tajam hingga menembus USD130 per barel saat perang di Ukraina.

“Dampak konflik Rusia-Ukraina sangat dirasakan banyak negara dan membuat krisis global,” jelasnya.

GCRG beranggotakan enam kepala negara di antaranya Senegal, Denmark, Jerman, Barbados, Bangladesh, dan Indonesia yang ditunjuk menjadi Champions GCRG. Sementara, Sekjen PBB dan Presiden Senegal (Chair African Union) menjadi Co-Chair dari GCRG. Negara itu merumuskan sebuah solusi untuk memitigasi dan merespons dampak krisis pangan, energi dan keuangan.

“Sekjen PBB waktu itu berinisiatif ingin mengajak para pimpinan kepala negara pemerintahan yang bisa mewakili beberapa komoditas di multilateral membantu menangani masalah global ini, termasuk keterlibatan Indonesia,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Champion Global Crisis Response Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.