• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bangladesh Ketuk Pintu Solidaritas Global

by Redaksi Asiatoday
June 21, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bangladesh Ketuk Pintu Solidaritas Global

Korban banjir di Bangladesh mengungsi dengan naik perahu. Ist

ASIATODAY.ID, DHAKA – Situasi di Bangladesh sangat memprihatinkan. Jutaan orang di negeri itu mengetuk pintu untuk solidaritas global.

Badan PBB, UNICEF mengatakan sebanyak 4 juta warga Bangladesh, termasuk 1,6 juta anak-anak, yang terdampak banjir bandang di timur laut negara tersebut.

Menurut UNICEF, mereka berada di lapangan untuk melindungi anak-anak, memberi air darurat, dan mendistribusikan pasokan medis.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Anak-anak membutuhkan air minum yang aman saat ini. Mencegah penyakit mematikan yang ditularkan melalui air adalah salah satu dari beberapa perhatian kritis,” kata perwakilan UNICEF untuk Bangladesh Sheldon Yett pada Senin (20/6/2022).

Saat ini, UNICEF telah mengirimkan 400 ribu tablet penjernih air yang dapat mendukung 80 ribu rumah tangga dengan air bersih selama sepekan.

UNICEF mengungkapkan, mereka sedang bekerja untuk mendukung Pemerintah Bangladesh menyediakan jutaan tablet pemurniaan air, ribuan jeriken air, dan ribuan peralatan kebersihan.

UNICEF telah menyediakan pasokan medis darurat untuk fasilitas kesehatan distrik di Bangladesh. Menurut UNICEF, di wilayah timur laut Sylhet, 90 persen fasilitas kesehatan terendam.

Kasus penyakit yang ditularkan lewat air juga terus meningkat. Lebih dari 36 ribu anak-anak telah berlindung di tempat penampungan sementara yang berjubel.

UNICEF mengungkapkan, sejauh ini 8 anak telah dilaporkan meninggal akibat bencana banjir di Bangladesh.

“Hati kami untuk anak-anak yang kehilangan nyawa. Anak-anak adalah yang paling rentan dalam situasi putus asa ini. UNICEF bekerja sepanjang waktu dengan pihak berwenang dan mitra kami untuk memenuhi kebutuhan mendesak anak-anak,” kata Sheldon Yett.

UNICEF mencari dana sebesar 2,5 juta dolar AS untuk respons darurat Bangladesh. (ATN)

Tags: Asia DisasterBangladeshUnicef
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.