• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

55 Ton Kelapa dari Sumut Diekspor ke Thailand

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
55 Ton Kelapa dari Sumut Diekspor ke Thailand

ASIATODAY.ID, MEDAN – Ekspor komoditi Pertanian Kelapa dari Indonesia makin eksis di pasar ekspor. Setelah Cina, Pakistan, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kini Sumatra Utara (Sumut) mulai mengekspor kelapa ke Thailand.

Komoditi Kelapa merupakan tanaman perkebunan yang sebagian besar adalah perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai ekonomis, sosial, budaya dan peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas ekspor 55 ton kelapa bulat tujuan Thailand. Ekspor kelapa bulat dengan nilai Rp154 juta ini merupakan yang pertama kalinya.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami memberikan apresiasi kepada para eksportir yang terus melakukan perluasan pasar ekspor. Kami selaku fasilitator, siap mengawal persyaratan teknisnya ke tiap negara tujuan ekspor ,” terang Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul dalam keterangan resminya yang diterima asiatoday.id, Selasa (10/9/2019).

Hasrul mengungkapkan, fasilitasi tindakan karantina yang diberikan untuk kelapa bulat asal Sumut ini memastikan bahwa produk bebas serangga hidup, dan memenuhi seluruh persyaratan Sanitary and Phytosanitary lainnya yang ditetapkan oleh negara Thailand.

“Setelah pemeriksaan fisik dan uji laboratorium dilanjutkan dengan tindakan fumigasi yaitu pengasapan dengan menggunakan gas fumigan untuk menghilangkan/mematikan serangga,” ujar Nurdin Kepala Bidang Tumbuhan Karantina Pertanian Belawan.

Selama ini, Barantan aktif menggagas program Agro Gemilang. Di Belawan, program yang digalakkan adalah memberikan bimbingan teknis bagi para pengusaha muda yang baru memasuki usaha ini. Hal ini tentunya akan berdampak pada keberterimaan produk dinegara mitra dagang.

“Kita terus menekan angka penolakan terhadap produk pertanian kita. Kami selaku otoritas karantina menjadi penjamin kesehatan dan keamanan. Jangan sampai merugikan pelaku usaha yang mengekspor,” jelas Hasrul.

Selain daging kelapa dan airnya yang penuh manfaat, lidi dan serabut kelapa juga dapat dimanfaatkan. “Saya optimis, masih banyak negara-negara lainnya yang berpotensi melirik kelapa asal Sumut maupun produk olahannya,” tandas Hasrul. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor IndonesiaEkspor PertanianEkspor Tepung KelapaKomoditi PertanianSumut
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.