• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kecam Siasat Pembentukan NATO Versi Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
June 30, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
World Bank Desak China Pangkas Utang Negara Miskin

Negeri China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – China mencium adanya siasat tidak baik dan  memperingatkan kemungkinan pembentukan NATO versi Asia Pasifik.

Menurut China, setiap upaya untuk membentuk NATO versi Asia Pasifik hanya akan membawa lebih banyak kekacauan.

Menurut utusan China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) harus berhenti mencari “musuh imajiner” di Asia Pasifik dan tidak pernah mempertimbangkan untuk mendirikan versi blok di kawasan itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami dengan tegas mengecam dan menentang elemen-elemen tertentu yang menuntut keterlibatan NATO di Asia Pasifik, atau NATO versi Asia Pasifik di belakang aliansi militer,” kata Zhang Jun memperingatkan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (28/6/2022) sebagaimana dilaporkan RT, Rabu (29/6/2022).

Pernyataan diplomat itu muncul setelah Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru diundang untuk pertama kalinya menghadiri KTT tahunan NATO, yang dibuka pada Selasa di Madrid, Spanyol.

John Kirby, seorang pejabat senior keamanan Gedung Putih, mengatakan pekan lalu bahwa keikutsertaan keempat negara itu bukanlah upaya untuk membentuk “NATO versi Asia”, tetapi satu indikasi keterkaitan keamanan global antara Eropa dan Indo Pasifik.

Zhang mendesak NATO “untuk tidak menggunakan krisis Ukraina sebagai alasan untuk memicu konfrontasi di seluruh dunia” dan “untuk tidak mencari musuh imajiner di Asia Pasifik.”

“Skrip Perang Dingin yang sudah lama ketinggalan zaman tidak boleh diulang kembali di Asia Pasifik. Jenis gejolak dan konflik yang mempengaruhi belahan dunia tidak boleh dibiarkan terjadi di Asia Pasifik,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bulan ini bahwa Konsep Strategis blok itu, satu dokumen kunci yang menguraikan penilaian lingkungan keamanan, untuk pertama kalinya akan mencakup “tantangan” yang ditimbulkan oleh Beijing. Versi revisi dari dokumen tersebut akan diadopsi di KTT.

Anggota NATO individu, seperti AS dan Inggris, telah berulang kali menuduh Tiongkok mengancam Taiwan dan umumnya menimbulkan ketegangan di Asia. Beijing, sementara itu, menuduh Barat mencampuri urusan dalam negerinya dan eskalasi militer di wilayah tersebut. (ATN)

Tags: Indo PasifikNATO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.