ASIATODAY.ID, LONDON – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berjanji tidak akan memboikot KTT G20 meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin hadir. Demikian laporan Standard.co.uk, Kamis (30/6/2022).
Johnson berpendapat menarik diri dari KTT G20 justru akan memberi pemimpin Rusia itu kesempatan propaganda.
Boris Johnson telah mengindikasikan akan tetap menghadiri KTT G20 di Bali akhir tahun ini bahkan jika Vladimir Putin hadir di acara tersebut.
Indonesia menjadi tuan rumah KTT pada bulan November dan presiden Rusia, sebagai anggota Kelompok 20 negara terkemuka, diundang.
PM Johnson mengatakan bahwa memboikot acara tersebut sebagai protes atas undangan yang diberikan kepada Putin akan memberikan “kesempatan propaganda” kepada pemimpin Rusia itu.
Johnson mengatakan Barat perlu menghadiri pertemuan itu untuk membantu memenangkan negara-negara yang mungkin jatuh di bawah pengaruh Rusia atau Tiongkok.
Berbicara kepada wartawan yang menemaninya dalam perjalanan ke KTT NATO di Madrid, Johnson mengatakan: “Saya akan benar-benar kagum jika Putin datang sendiri. Dia sosok paria.”
Secara terpisah, seperti dilaporkan ANI News, Kamis (30/6), Pakistan tengah membujuk sekutu dekatnya dalam kelompok dua puluh yakni China, Turki dan Arab Saudi untuk memboikot pertemuan G20 di Jammu dan Kashmir.
Keputusan pemerintah India untuk menjadi tuan rumah KTT G20 yang berpengaruh di Jammu dan Kashmir telah membuat Pakistan jengkel.
Negara ini telah meluncurkan serangan diplomatik dan sekarang membujuk sekutu dekatnya yakni China, Turki dan Arab Saudi untuk memboikot pertemuan tersebut.
Menurut satu laporan oleh The Express Tribune, setelah menolak langkah India, Islamabad akan menjangkau semua negara G20 dan khususnya China, Turki dan Arab Saudi untuk menyampaikan keprihatinannya.
Pakistan juga akan berbicara dengan AS, Inggris, dan anggota G20 lainnya untuk melawan rencana India.
Pakistan merasa, bahwa ‘melalui penyelenggaraan acara semacam itu di wilayah yang disengketakan, India mencoba menggambarkan keadaan normal di wilayah yang disengketakan.’
Menurut Kementerian Luar Negeri, India akan menjadi presiden G20 mulai 1 Desember 2022, dan menyelenggarakan KTT para pemimpin G20 pertama pada 2023. Perwakilan India di KTT G20 dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2014. (ATN)
