• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Desak Junta Myanmar Buka Dialog dengan Oposisi

by Redaksi Asiatoday
July 5, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China: KTT G20 Indonesia Jadi Momentum Asia dalam Tata Kelola Global

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Dok MFA

ASIATODAY.ID, BEIJING – China mendesak junta Myanmar untuk membuka ruang dialog dengan oposisi untuk mengakhiri krisis politik setelah kudeta 2021.

Seruan itu disampaikan oleh oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi dalam lawatan pertamanya ke Myanmar sejak kudeta.

Beijing adalah salah satu dari sedikit sekutu internasional militer Myanmar. China memasok senjata dan menolak penyebutan diksi “kudeta” dari perebutan kekuasaan yang menggulingkan Aung San Suu Kyi.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Wang mengatakan, China mengharapkan semua pihak di Myanmar untuk mematuhi konsultasi rasional. Ia juga mengatakan pihak-pihak terkait di Myanmar agar mencapai rekonsiliasi politik.

“China dengan tulus berharap Myanmar akan stabil secara politik dan sosial,” kata Wang Yi kepada menteri urusan luar negeri Myanmar, Wunna Maung Lwin, dikutip laman The Guardian, Senin (4/7/2022).

Dalam kunjungan profil tertinggi Beijing ke Myanmar sejak kudeta, Wang menghadiri pertemuan para menteri luar negeri dengan perwakilan dari Kamboja, Thailand, Laos dan Vietnam.

Komentarnya mengikuti juru bicara junta yang mengindikasikan bahwa pembicaraan antara militer dan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi untuk menyelesaikan kekacauan itu “bukan sesuatu yang tidak mungkin”.

Kekerasan sipil Myanmar yang meningkat telah memicu kekhawatiran dari negara-negara tetangganya. Kunjungan utusan regional yang dibentuk ASEAN mencoba memulai pembicaraan antara tentara dan lawan-lawannya.

Sementara pemerintah barat menjatuhkan sanksi setelah kudeta dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat. Junta yang terisolasi semakin beralih ke sekutu termasuk China dan Rusia.

Pada Mei, kelompok pemberontak etnis Myanmar yang kuat dengan hubungan dekat dengan China menyerukan junta untuk terlibat dalam dialog dengan oposisi untuk mengakhiri kekerasan yang meningkat, yang telah melihat kepentingan bisnis China diserang.

Beijing mengatakan pada April akan membantu menjaga kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Myanmar tidak peduli bagaimana situasinya berubah. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.