• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Menteri di Inggris Ramai-ramai Mundur dari Kabinet

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Rumuskan Skema Baru Perdagangan Bebas dengan Indonesia

Negeri Inggris. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – Menteri kabinet Inggris ramai-ramai mengundurkan diri saat PM Boris Johnson bertekad untuk terus berjuang.

Laporan RT, Rabu (6/7/2022), Boris Johnson menghadapi seruan untuk mundur setelah lebih dari dua puluh anggota pemerintahannya mundur.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah didesak untuk mundur setelah puluhan menteri dan anggota kabinet lainnya meninggalkan Downing Street.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pada saat penulisan berita, setidaknya 15 menteri telah meninggalkan kabinet, sedangkan lima mengumumkan pengunduran diri mereka dalam satu surat bersama.

Pengunduran diri Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid pada Selasa (5/7) memicu gelombang pasang keberangkatan dari Kabinet Johnson.

Hingga Rabu dini hari, menteri pendidikan, perbendaharaan, perumahan, kehakiman, bisnis, kebudayaan, dan lima menteri lainnya semuanya telah mengundurkan diri.

Lima menteri, termasuk Menteri Kesetaraan Kemi Badenoch dan Menteri Perindustrian Lee Rowley, mengumumkan kepergian mereka dalam surat bersama kepada PM.

Surat para menteri menggemakan surat Sunak dan Javid, diakhiri dengan seruan agar Johnson menyingkir “demi kebaikan partai dan negara.”

Sembilan sekretaris pribadi DPR, serta dua utusan asing dan Wakil Ketua Pemuda Partai Konservatif, Bim Afolami, juga telah mengumumkan pengunduran diri.

Masa jabatan Johnson sebagai perdana menteri telah goyah selama beberapa waktu, dan sementara berita utama baru-baru ini berfokus pada perannya dalam mengumpulkan bantuan militer Barat untuk Ukraina, sejumlah skandal di dalam negeri telah menumpuk.

Dengan peringkat persetujuan Johnson dihantam oleh pengungkapan bahwa ia menjadi tuan rumah banyak pesta yang menentang karantina di Downing Street selama pandemi coronavirus.

Partai Konservatif terpukul dalam pemilihan sela bulan lalu. Di sisi lain, warga Inggris akan menghadapi penurunan standar hidup paling tajam sejak pertengahan 1950-an.

Beberapa jam sebelum pengunduran diri dimulai, Downing Street mengakui bahwa Johnson telah mengetahui banyak keluhan tentang “perilaku predator” dari anggota parlemen Chris Pincher awal tahun ini.

Pincher mengundurkan diri minggu lalu setelah diketahui bahwa dia telah meraba-raba dua pria di klub anggota pribadi. (ATN)

Tags: InggrisUnited Kingdoms
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.