• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Kelaparan Mengancam Anak-anak di Sri Lanka

by Redaksi Asiatoday
August 2, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Kelaparan Mengancam Anak-anak di Sri Lanka

Anak-anak di Sri Lanka. Dok

ASIATODAY.ID, KOLOMBO – Krisis kelaparan sedang mengancam anak-anak di Sri Lanka

Negeri itu telah mengeluarkan seruan mendesak pada Senin (1/8/2022) untuk mengatasi penyebaran gizi buruk yang cepat di antara anak-anak.

Krisis ekonomi membuat 9 dari 10 orang bergantung pada bantuan negara.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kementerian Urusan Perempuan dan Anak mengatakan, mereka mencari sumbangan pribadi untuk memberi makan mungkin beberapa ratus ribu anak-anak yang kehilangan asupan gizi karena kekurangan makanan.

“Ketika pandemi COVID-19 mencapai puncaknya, masalahnya buruk. Tetapi sekarang, dengan krisis ekonomi, situasinya jauh lebih buruk,” kata Sekretaris Neil Bandara Hapuhinne kepada wartawan di Kolombo, seperti dikutip dari AFP.

Menurut Hapuhinne, mereka telah menghitung 127.000 anak kurang gizi di antara 570.000 anak perempuan dan laki-laki di bawah usia lima tahun pada pertengahan 2021.

Sejak itu, ia memperkirakan jumlahnya telah meningkat beberapa kali lipat dengan dampak penuh dari inflasi yang merajalela dan kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Jumlah orang yang menerima bantuan langsung negara hampir dua kali lipat pada tahun lalu, dengan lebih dari 90 persen populasi sekarang bergantung pada pemerintah untuk bantuan keuangan. Ini termasuk sekitar 1,6 juta pegawai pemerintah,” jelas Hapuhinne.

Inflasi Sri Lanka secara resmi diukur pada 60,8 persen pada Juli, tetapi ekonom swasta mengatakan itu lebih dari 100 persen dan kedua setelah Zimbabwe.

Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) juga telah mengeluarkan permohonan pendanaan yang mengatakan bahwa anak-anak di Sri Lanka secara tidak proporsional terkena dampak krisis ekonomi yang parah.

Negara itu kehabisan devisa untuk membiayai bahkan impor penting akhir tahun lalu dan Kolombo gagal membayar utang luar negerinya senilai USD51 miliar pada pertengahan April.

Di bawah Presiden baru Ranil Wickremesinghe, pemerintah sekarang sedang dalam pembicaraan bailout dengan Dana Moneter Internasional.

Sekitar 22 juta orang di negara itu mengalami pemadaman listrik yang panjang setiap hari. Antrian panjang untuk bahan bakar dan kekurangan makanan pokok dan obat-obatan jadi pemandangan rutin di negara yang pernah memiliki indikator sosial terbaik di Asia Selatan tersebut. (ATN)

Tags: KelaparanKrisis PanganSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.