• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dorong Relasi ASEAN-Australia, Selandia Baru dan UE Ciptakan Stabilitas Indo Pasifik

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Relasi ASEAN-Australia, Selandia Baru dan UE Ciptakan Stabilitas Indo Pasifik

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN Plus 3, di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (4/8/2022). Foto Kemlu

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Indonesia mendorong kemitraan ASEAN dengan Australia, Selandia Baru dan Uni Eropa (UE) yang lebih konkret dan berbasis kepercayaan demi stabilitas di kawasan Indo Pasifik.

“Australia adalah mitra dialog pertama dan juga Mitra Strategis Komprehensif bagi ASEAN. Hal ini terjadi bukan karena kedekatan geografis antara negara ASEAN dan Australia, namun merupakan bentuk kepercayaan bahwa Australia dapat menjadi mitra yang terpercaya dalam menghadapi berbagai tantangan bersama”, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi dalam pertemuan ASEAN-Australia Ministerial Meeting, di Phnom Penh, Kamis (4/8/2022).

Kerja sama yang kuat dan konkret yang didasarkan pada kepercayaan juga diharapkan di lakukan di Indo Pasifik.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menlu Retno menyampaikan bahwa sebagai salah satu wujud upaya untuk mengonkretkan kerja sama, maka Indonesia akan menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure Forum, pada saat Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN tahun 2023.

Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang penting untuk dilakukan agar kemitraan di Indo Pasifik dapat menciptakan perdamaian dan kemakmuran, yaitu:

Pertama, pentingnya mengubah defisit kepercayaan menjadi kepercayaan strategis (strategic trust).

Kedua, terus mempromosikan penghormatan terhadap hukum internasional. Dalam kaitan ini, nilai dan norma dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) serta Bali Principles, penting untuk terus dihormati; dan

Ketiga, kerja sama inklusif. Indonesia percaya bahwa inklusivitas akan merupakan dasar bagi munculnya kepercayaan. Kelompok-kelompok minilateral diharapkan dapat menjadi pijakan guna mendukung ASEAN-led mechanisms.

Terakhir, Menlu Retno juga mengharapkan bahwa Australia dapat menjadi jembatan dan mitra bagi pengembangan kerja sama dengan negara-negara Pasifik Selatan.

Dalam pertemuan kali ini, ASEAN dan Australia menyepakati Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif.

Australia memberi komitmen sebesar AUD 154 juta untuk pembiayaan berbagai kegiatan di bawah Rencana Aksi tersebut, termasuk transisi ke teknologi rendah emisi, transformasi digital serta penguatan Pusat ASEAN untuk Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Baru (ACPHEED).

ASEAN-Selandia Baru

Sebagai powerhouse di Pasifik Selatan, Selandia Baru diharapkan dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dengan negara-negara Pasifik Selatan. Itulah yang disampaikan Menlu Retno dalam Pertemuan Menlu ASEAN-Selandia Baru yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamis (4/8/2022).

Kemitraan ASEAN-Selandia Baru diharapkan akan:

Pertama, menjadi pijakan (building blocks) bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas di Pasifik. Oleh karena itu, kemitraan ASEAN-Selandia baru harus diarahkan untuk memperkuat kepercayaan strategis, meningkatkan spirit kolaborasi dan memperkokoh penghormatan terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah.

Kedua, memperkuat kerja sama pembangunan dengan Pasifik Selatan. “Banyak sekali kerja sama yang dapat dilakukan antara ASEAN dengan Selandia Baru di Pasifik Selatan, termasuk kerja sama mengatasi tantangan polusi (marine pollution), perubahan iklim dan penanggulangan bencana alam,” kata Menlu Retno.

Untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara di Pasifik Selatan, Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD) akhir tahun ini. Forum ini diharapkan akan memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan negara-negara Pasifik. Indonesia mengundang Selandia Baru untuk mendukung kegiatan ini.

ASEAN – Uni Eropa

Indonesia menyampaikan perlunya kemitraan ASEAN-Uni Eropa yang lebih adil dan saling percaya. Hal ini ditegaskan Indonesia dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri antara ASEAN dan Uni Eropa.

Pada pertemuan dimaksud, delegasi Uni Eropa dipimpin oleh High Representative/Vice President Josep Borrell Fontelles.

Rencana penyelenggaraan KTT peringatan 45 tahun kerja sama ASEAN – Uni Eropa akhir tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk merefleksikan komitmen ini ke depan.

Sebagai mitra penting, Indonesia menyuarakan pentingnya membangun perdagangan produk pertanian dengan Uni Eropa yang adil dan tidak diskriminatif, terutama dalam perdagangan yang minyak nabati.​

Indonesia juga mengajak UE untuk memajukan semangat perdamaian, di tengah meningkatnya persaingan negara besar. Strategi UE di Indo-Pasifik harus menjadi menjadi pijakan (building block) untuk mendorong perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan.

Dalam Pertemuan, ASEAN-UE menyepakati Rencana Kerja untuk implementasi kemitraan strategis periode2023-2027. Melalui Dokumen tersebut, ASEAN dan UE berkomitmen untuk mendukung peningkatan kesiapan terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat. Selain itu, ASEAN-UE juga sepakat untuk melanjutkan dialog terkait isu minyak nabati secara holistik dan transparan. (ATN)

Tags: Asean +3ASEAN-AustraliaASEAN-Selandia BaruASEAN-Uni EropaIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.