• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

GLOBAL WARMING: Salju Abadi di Pegunungan Alpen Swiss Segera Mencair

by Redaksi Asiatoday
August 13, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
GLOBAL WARMING: Salju Abadi di Pegunungan Alpen Swiss Segera Mencair

Pegunungan Alpen, Swiss. Dok

ASIATODAY.ID, JENEWA – Perubahan iklim yang memicu gelombang panas di Eropa telah menciptakan bencana mengerikan. Selain kebakaran hutan, salju abadi tebal yang selama berabad-abad menutupi sebuah jalur di pegunungan Alpen Swiss diperkirakan mencair seluruhnya dalam beberapa pekan ke depan.

Demikian keterangan sebuah resor ski di negara tersebut pada Kamis, 11 Agustus lalu.

Setelah berlalunya musim dingin yang kering, gelombang panas di Eropa menjadi bencana besar bagi gletser di pegunungan Alpen, yang terus mencair dengan cepat.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Jalur perlintasan antara Scex Rouge dan Tsanfleuron telah membeku setidaknya sejak era Romawi. Namun kedua gletser itu perlahan-lahan mencair, dan diperkirakan akan benar-benar menghilang sebelum musim panas tahun ini berakhir.

“Jalur (lapisan es) tersebut akan sepenuhnya mencair dalam beberapa pekan,” ujar pernyataan resor ski Glacier 3000, dilansir dari The Straits Times, Jumat, 12 Agustus 2022.

Dengan ketebalan lapisan es sekitar 15 meter, tanah di bagian bawahnya “akan sepenuhnya terlihat ke permukaan pada akhir September.”

Lapisan es yang diperkirakan mencair berada di ketinggian 2.800 meter di wilayah ski Glacier 3000. Area tersebut menandai perbatasan antara Vaud dan Wallis di barat Swiss.

Selama ini para pemain ski dapat meluncur dari satu gletser ke gletser lainnya di Glacier 3000. Namun saat ini sebongkah batu besar di antara dua bukit tersebut telah muncul, dengan hanya menyisakan beberapa lapisan es.

Mauro Fisher, peneliti dari Universitas Bern, mengatakan bahwa hilangnya ketebalan gletser di wilayah tersebut tahun ini tiga kali lebih tinggi dibanding 10 musim panas terakhir. (ATN)

Tags: Global WastePegunungan AlpenPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.