• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

17 Lokasi di Thailand Diguncang Ledakan Bom dan Aksi Pembakaran

by Redaksi Asiatoday
August 18, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
17 Lokasi di Thailand Diguncang Ledakan Bom dan Aksi Pembakaran

Insiden ledakan di Thailand Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Ledakan bom dan aksi pembakaran mengguncang 17 lokasi di Thailand selatan pada Rabu (17/8/2022).

Otoritas setempat mengatakan, serangan itu tampaknya terkoordinasi yang melukai tujuh orang.

Ledakan bom dan aksi pembakaran terjadi setelah tengah malam dan menargetkan toko serba ada dan sebuah pompa bensin di tiga wilayah melukai sedikitnya tujuh orang, menurut pernyataan polisi dan militer.

RelatedPosts

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Provinsi-provinsi di Thailand selatan di sepanjang perbatasan dengan Malaysia telah menyaksikan pemberontakan tingkat rendah selama beberapa dekade, di mana pemerintah Thailand telah memerangi kelompok-kelompok yang mencari kemerdekaan untuk provinsi-provinsi yang berpenduduk mayoritas Muslim di Pattani, Yala, Narathiwat dan sebagian Songkhla.

Lebih dari 7.300 orang tewas dalam konflik itu sejak 2004, menurut kelompok Deep South Watch, yang memantau kekerasan itu.

Pembicaraan damai yang dimulai pada tahun 2013 telah menghadapi gangguan berulang.

Serangan hari Rabu terjadi setelah pemerintah Thailand awal tahun ini memulai kembali diskusi dengan kelompok pemberontak utama, Barisan Revolusi Nasional, setelah jeda dua tahun karena pandemi.

Organisasi Persatuan Pembebasan Patani (PULO), yang dikesampingkan dari putaran terakhir pembicaraan, melakukan pemboman selama bulan suci Ramadan, mengklaim dialog itu tidak inklusif. Pemerintah telah mengatakan siap untuk berbicara dengan semua kelompok.

Pemimpin organisasi itu, Kasturi Makhota, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan hari Rabu “tidak ada hubungannya dengan PULO.” (CNN)

Tags: Thailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.