• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Klaim China di Natuna Utara Picu Aksi Teror Bajak Laut di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Klaim China di Natuna Utara Picu Aksi Teror Bajak Laut di Asia Tenggara 1

Aktivitas pelayaran di Selat Singapura. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi keamanan diperairan Asia Tenggara kian rawan dalam kurun waktu setahun terakhir.

Pasalnya, teror pembajakan dan perampokan laut (PSR) diperkirakan meningkat di Asia Tenggara pada paruh kedua tahun 2022.

Banyak faktor yang menyebabkan peningkatan Bajak Laut di kawasan tersebut. Beberapa di antaranya berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina, sementara yang lain berbicara tentang konflik Natuna Utara antara China dan Indonesia.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Selat Singapura sepanjang 100 km adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Dilansir dari Marine Insight, Jumat (19/8/2022), ini adalah titik hitam perampokan Bajak Laut yang paling terkenal. Sepanjang 6 bulan tahun 2022 ini, sekutar 36 insiden pembajakan tercatat. Ini naik jika dibandingkan dengan fase yang sama pada tahun 2021 yang hanya mencatatkan 35 serangan Bajak Laut.

Selat Singapura, yang masuk ke wilayah perairan Indonesia, menjadi titik hitam banyaknya insiden perampokan. Namun hal tersebut wajar sebab Selat Singapura menjadi jalur emas perdagangan yang sangat sibuk.

Tercatat ada lebih dari 100.000 kapal bermuatan barang dan komoditas bernilai miliaran dolar AS melewati setiap tahun Laporan juga menyebut jika sebanyak 27 insiden dalam enam bulan pertama tahun 2022 terjadi di wilayah perairan Indonesia.

Meningkatnya ketegangan antara China dan Indonesia di Laut China Selatan menyumbang peningkatan serangan. Klaim China di Laut China Selatan dilaporkan diwakili oleh “sembilan garis putus”, klaim yang tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di sekitar Kepulauan Natuna. (ATN)

Tags: Laut China SelatanSelat SingapuraZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.