• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Klaim China di Natuna Utara Picu Aksi Teror Bajak Laut di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Klaim China di Natuna Utara Picu Aksi Teror Bajak Laut di Asia Tenggara 1

Aktivitas pelayaran di Selat Singapura. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi keamanan diperairan Asia Tenggara kian rawan dalam kurun waktu setahun terakhir.

Pasalnya, teror pembajakan dan perampokan laut (PSR) diperkirakan meningkat di Asia Tenggara pada paruh kedua tahun 2022.

Banyak faktor yang menyebabkan peningkatan Bajak Laut di kawasan tersebut. Beberapa di antaranya berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina, sementara yang lain berbicara tentang konflik Natuna Utara antara China dan Indonesia.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Selat Singapura sepanjang 100 km adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Dilansir dari Marine Insight, Jumat (19/8/2022), ini adalah titik hitam perampokan Bajak Laut yang paling terkenal. Sepanjang 6 bulan tahun 2022 ini, sekutar 36 insiden pembajakan tercatat. Ini naik jika dibandingkan dengan fase yang sama pada tahun 2021 yang hanya mencatatkan 35 serangan Bajak Laut.

Selat Singapura, yang masuk ke wilayah perairan Indonesia, menjadi titik hitam banyaknya insiden perampokan. Namun hal tersebut wajar sebab Selat Singapura menjadi jalur emas perdagangan yang sangat sibuk.

Tercatat ada lebih dari 100.000 kapal bermuatan barang dan komoditas bernilai miliaran dolar AS melewati setiap tahun Laporan juga menyebut jika sebanyak 27 insiden dalam enam bulan pertama tahun 2022 terjadi di wilayah perairan Indonesia.

Meningkatnya ketegangan antara China dan Indonesia di Laut China Selatan menyumbang peningkatan serangan. Klaim China di Laut China Selatan dilaporkan diwakili oleh “sembilan garis putus”, klaim yang tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di sekitar Kepulauan Natuna. (ATN)

Tags: Laut China SelatanSelat SingapuraZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.