• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

17,2 Juta UMKM di Indonesia Sudah Go Digital

by Redaksi Asiatoday
August 24, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah dibandingkan Negara G20 dan ASEAN

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa sebanyak 17,2 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah terdigitalisasi atau go digital per Januari 2022.

Digitalisasi itu terjadi seiring dengan pandemi Covid-19 yang memicu transformasi digital di Indonesia.

Sri Mulyani mengungkapkan hal itu dalam acara 6th Annual Islamic Financial Conference (AIFC) yang dihadiri oleh Ketua Umum Islamic Development Bank (IsDB) Group, Muhammad Sulaiman Al Jasse yang digelar secara daring, Rabu (24/8/2022).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami percaya bahwa digitalisasi akan membuat transaksi UMKM lebih mudah dilakukan, memungkinkan mereka untuk mengakses pasar baru, dan juga memungkinkan UMKM untuk menjalankan bisnis mereka dengan lebih efisien,” jelas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah menargetkan sebanyak 40 juta UMKM telah terdigitalisasi pada 2024 yang didorong oleh pembiayaan pembangunan satelit Palapa Ring dan Based Transceiver Station (BTS) untuk menghubungkan internet di 20 ribu desa di Indonesia.

Selain pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, pemerintah daerah, dan pelaku usaha swasta besar juga turut meningkatkan kapasitas UMKM dan mendorong digitalisasi UMKM.

“Dukungan pemerintah tentunya tidak akan cukup untuk mendukung dan memberdayakan UMKM, maka kita perlu juga menyusun strategi dan meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan sektor publik, akademisi, dan sektor swasta,” imbuhnya.

Digitalisasi juga diharapkan mempermudah UMKM mengakses pembiayaan karena sekitar 80 juta UMKM belum memiliki akses kepada pembiayaan formal, padahal 46 juta UMKM masih membutuhkan tambahan pembiayaan untuk modal kerja.

Sejauh ini, pemerintah telah menyediakan platform pembiayaan UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang sampai semester I 2022 telah disalurkan kepada 3,79 juta UMKM.

“Kami juga menyediakan alokasi pembiayaan dalam skema syariah yang juga dapat menjadi pilihan bagi UMKM. Dari total alokasi KUR di 2022 sekitar Rp313,7 triliun, kami telah mengalokasikan untuk pembiayaan (KUR) skema syariah sebesar Rp20,7 triliun,” tandas Sri Mulyani. (ATN)

Tags: Industri UMKMTransformasi DigitalUMKM indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.