• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

AS dan Indonesia Sepakati Kerangka Kerja Percepatan Transisi Energi Hijau

by Redaksi Asiatoday
September 6, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kota-kota di Dunia Kian Agresif Beralih ke Energi Hijau

Pembangkit Listrik Energi Hijau. Dok

ASIATODAY.ID, BALI – Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Iklim John Kerry mengunjungi Bali pada 30 Agustus hingga 2 September untuk berpartisipasi dalam Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim negara-negara G20 serta dalam pembicaraan bilateral dengan pemerintah Indonesia terkait percepatan transisi adil Indonesia ke energi terbarukan.

Menteri Kerry dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyepakati kerangka kerja untuk mempercepat penyebaran energi terbarukan di Indonesia secara signifikan pada dekade ini, bersama dengan Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara mitra lainnya yang memobilisasi pendanaan publik dan swasta yang signifikan untuk investasi transisi energi Indonesia.

Utusan Khusus Kerry dan Menko Luhut juga menyepakati urgensi dekarbonisasi sistem energi dengan mempercepat peralihan dari pembangkit listrik tenaga batu bara ke energi terbarukan, termasuk dengan meningkatkan penyebaran energi terbarukan secara cepat melalui reformasi kebijakan yang ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan kapasitas energi terbarukan, pengurangan pemakaian dan penghentian penggunaan batu bara, serta efisiensi penggunaan akhir (end-use), bersamaan dengan memperkuat upaya untuk mencapai akses energi yang universal, terjangkau, dan andal.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Mereka membenarkan bahwa pembiayaan untuk transisi energi, termasuk pembiayaan publik dan swasta, akan menjadi alat utama guna mendukung transisi energi Indonesia, dan Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk memobilisasi keuangan dalam mendukung transisi tersebut.

Menteri Kerry dan Menko Luhut juga berdiskusi dengan sejumlah institusi keuangan. Para perwakilan keuangan swasta tersebut, yang semuanya merupakan anggota Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), memberikan dukungan mereka terhadap transisi energi yang adil di Indonesia dan upaya memperluas ketersediaan modal untuk infrastruktur terbarukan dan transisi batu bara dalam konteks kesepakatan yang dijabarkan di atas, dan membagikan pandangan mereka mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk menerapkan perjanjian ini.

Ini adalah pertama kalinya lembaga keuangan bergabung dengan pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat untuk membahas secara rinci persyaratan yang diperlukan untuk memobilisasi keuangan mereka untuk transisi energi Indonesia.

Indonesia menyatakan niatnya untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi percepatan energi terbarukan skala grid pada dekade ini. Mereka mendiskusikan cara memperluas dan mempercepat kolaborasi dan dukungan untuk transisi.

Kedua negara menyadari perlunya memobilisasi pendanaan publik maupun swasta yang signifikan untuk menindaklanjuti transisi ini. Mereka sepakat untuk bertemu dalam dua minggu ke depan untuk bekerja menuju penyelesaian perjanjian, dan menyatakan antusiasme mereka atas kemajuan yang dicapai.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara mitra lain untuk memobilisasi investasi dalam mendukung transisi energi Indonesia,” kata kata Menteri Kerry, dikutip dari siaran pers Kedubes AS di jakarta, Selasa (6/9/2022).

Menko Luhut mengatakan, “Indonesia bertekad untuk menjalankan transisi sistem tenaga listrik kami dari batu bara ke energi terbarukan, dan untuk meningkatkan kepemimpinan kami dalam krisis iklim. Indonesia menantikan komitmen pembiayaan berkelanjutan dan terpadu dari negara-negara maju, lembaga multilateral, filantropi, dan investor, serta peningkatan kapasitas serta dukungan teknologi untuk menerapkan transisi energi yang adil untuk masa depan kita bersama, dan kemitraan ini harus memastikan bahwa transisi ini tidak mengganggu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.” (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGlasgow Financial Alliance for Net ZeroGreen EnergyIndonesia-Amerika Serikat (AS)
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.