• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investor Vietnam Siap Ekspansi di Jawa Timur

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KEIN : Indonesia Butuh Langkah Ekstrim Atasi Defisit Neraca Dagang

Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. ist

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menyambut baik upaya pemerintah Vietnam untuk merevitalisasi hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mengatakan Vietnam menjadi mitra dagang terbesar ke-11 bagi Indonesia pada tahun lalu, dengan kontribusi sekitar 2,58 persen terhadap total nilai perdagangan barang Indonesia.

“Bagi kami, Vietnam adalah salah satu mitra dagang yang sangat potensial dan upaya untuk merevitalisasi hubungan dagang ini akan menjadi poin penting dalam meningkatkan kinerja perdagangan antar kedua negara, termasuk untuk Jawa Timur,” kata Adik, Jumat (30/9/2022).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sejauh ini kinerja perdagangan Indonesia dengan Vietnam cukup bagus dan terus mengalami kenaikan, bahkan mengalami surplus yang cukup besar.

Data perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Comtrade), nilai perdagangan barang antara kedua negara mencapai USD11,06 miliar pada 2021, rekor tertinggi sejak 1989.

Indonesia juga membukukan surplus perdagangan barang dengan Vietnam sebesar USD2,63 miliar pada 2021, surplus terbesar sejak 1989.

“Pada 2021 nilai ekspor barang Indonesia ke Vietnam tumbuh 38,65 persen (yoy) menjadi USD6,85 miliar. Lima komoditas ekspor utama Indonesia ke Vietnam yaitu batu bara, minyak kelapa sawit, besi, motor dan kendaraan,” katanya.

Sementara itu, nilai impor barang dari Vietnam juga tumbuh 34,57 persen (yoy) ke USD4,21 miliar pada periode sama. Lima komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Vietnam telepon, besi, propilena, perlengkapan televisi dan kulit.

Sebelumnya, Komite Bilateral Vietnam-Kamboja Kadin Indonesia, Edwin Setiawan Tjie saat mendampingi Konselor Kantor Pusat Urusan Perdagangan Kedutaan Republik Sosialis Vietnam di Jakarta Pham The Cuong berkunjung ke Graha Kadin Jatim, mengatakan kunjungan itu sebagai upaya memperkenalkan diri dan dalam rangka revitalisasi hubungan dagang dengan Indonesia.

“Ini adalah tahap pertama dalam merevitalisasi hubungan perdagangan antara kedua negara, Vietnam dengan Indonesia,” ujar Edwin.

Menurut dia, semua lini industri memiliki kesempatan untuk dikerjasamakan, baik dari bidang agrikultur, pariwisata dan utamanya bidang perdagangan.

“Juga ada potensi investasi resiprokal antara Indonesia dengan Vietnam,” kata dia.

Besarnya potensi tersebut tidak hanya karena pasar Vietnam yang cukup menjanjikan, tetapi juga karena besarnya ekspor Vietnam ke sejumlah negara.

Vietnam, lanjut dia, membutuhkan banyak bahan produksi untuk berbagai produk yang akan mereka ekspor.

“Karena ekspor Vietnam sangat luar biasa, dan Indonesia bisa berkolaborasi bukan berkompetisi sehingga kami bisa mapping negara yang sudah dibuka Vietnam. Itu yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.

Adapun realisasi ekspor Indonesia di 2022 diperkirakan akan sangat baik, bahkan surplus. Dari target USD10 miliar, yang sudah tercapai USD11,2 miliar, sehingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai USD13 miliar.

“Salah satu objektif dari kunjungan kita adalah bagaimana kita bisa mencapai setting dari objektif bilateral antara Indonesia Vietnam yang mencapai USD13 miliar tersebut,” kata Edwin.

Terkait kendala yang dihadapi Indonesia dalam melakukan kegiatan ekspor, ia mengatakan sejauh ini tidak ada. Justru Vietnam yang mengalami kendala, salah satunya adalah kewajiban adanya sertifikasi halal.

Oleh karena itu, Kadin Indonesia bersama Konjen RI di kota Ho Chi Minh membantu dan menfasilitasi pelaku usaha Vietnam untuk mendapatkan sertifikasi halal agar produk mereka bisa masuk Indonesia.

Sementara itu, Konselor Kantor Pusat Urusan Perdagangan Kedutaan Republik Sosialis Vietnam di Jakarta Pham The Cuong mengatakan, jika ingin masuk Vietnam, maka pelaku usaha di Jatim harus mengetahui karakteristik dan budaya serta gaya hidup masyarakat di sana.

“Misalnya, di Vietnam Selatan masyarakatnya lebih suka manis. Sedangkan Vietnam utara suka asin. Makanya seperti kopi Vietnam itu kopinya sangat manis sementara di utara, orang lebih suka minum teh. Dan yang harus dipahami lagi bahwa konsumen Vietnam sangat sensitif terhadap harga dan tidak ada loyality terhadap brand. pokoknya murah enak itu yang dibeli,” imbuhnya. (ANT)

Tags: KadinKerjasama Indonesia-Vietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.