• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Belanda Akui Lakukan Perbudakan Saat Menjajah Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belanda Akui Lakukan Perbudakan Saat Menjajah Indonesia 1

Negeri Belanda. Dok

ASIATODAY.ID, AMSTERDAM – Pemerintah Belanda akhirnya mengakui telah melakukan perbudakan saat menjajah Indonesia.

Atas peristiwa kelam itu, pemerintah negara itu berencana untuk mengeluarkan permintaan maaf resmi bulan depan atas sejarahnya sebagai negara yang melakukan perbudakan di negara-negara jajahan di masa silam, termasuk Indonesia.

Rencana Belanda ini terungkap dari laporan situs berita RTL pada Kamis (3/11/2022) dengan mengutip sumber pemerintah. Menurut laporan tersebut, pemerintah Belanda juga bermaksud untuk menyiapkan “dana kesadaran perbudakan” €200 juta yang akan membiayai proyek-proyek yang relevan dan program sekolah khusus.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut sumber, ada juga tambahan €27 juta yang akan dialokasikan untuk membuat museum perbudakan. Langkah pemerintah Belanda tersebut merupakan tanggapan resmi atas laporan tahun lalu oleh Dialogue Group on Slavery History (Kelompok Dialog tentang Sejarah Perbudakan).

Kelompok itu, yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri, merekomendasikan agar Perdana Menteri (PM) Mark Rutte mengakui dan meminta maaf atas perbudakan di masa lalu.

“Di satu sisi, pengakuan akan memberikan kepuasan bagi mereka yang menderita di bawah perbudakan, dan di sisi lain, itu akan mempromosikan pandangan kritis terhadap sejarah Belanda dalam arti yang lebih luas,” kata kelompok tersebut pada saat itu.

Permintaan maaf resmi, yang diharapkan keluar tidak sampai pertengahan Desember, dilaporkan akan didukung oleh sebagian besar anggota Parlemen dan partai-partai penting di Parlemen telah meminta pemerintah untuk mengambil sikap.

Pada Juli 2021, Wali Kota Amsterdam Femke Halsema secara resmi meminta maaf atas “keterlibatan aktif” kota tersebut dalam sistem komersial perbudakan kolonial. Antara abad 16 dan 19, Belanda mempertahankan koloni di wilayah-wilayah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, Afrika Selatan, Curaao dan New Guinea. Itu adalah salah satu negara terakhir yang menghapus perbudakan, melakukannya pada tahun 1863 di koloni utamanya Suriname di Amerika Selatan.

Tahun 2023 akan menandai 150 tahun sejak Belanda membebaskan puluhan ribu budak di sana dan di kepulauan Karibia Belanda. Pada bulan September, selama kunjungan resmi singkat ke Suriname, PM Rutte mengatakan bahwa “waktunya tepat” untuk pengakuan perbudakan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BelandaKerjasama Indonesia-BelandaPerbudakan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.