• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Macron Desak AS dan China Bayar Kompensasi Dampak Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
November 7, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Macron Desak AS dan China Bayar Kompensasi Dampak Perubahan Iklim

French President Emmanuel Macron. Doc

ASIATODAY.ID, SHARM EL SHEIKH – Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Amerika Serikat (AS), China, dan negara-negara kaya non-Eropa lainnya memberikan kompensasi adil untuk membantu negara-negara miskin menangani perubahan iklim.

Macron juga meminta AS dan China meningkatkan upaya pengurangan emisi.

“Kami meminta Amerika Serikat dan China untuk meningkatkan pengurangan emisi dan bantuan keuangan,” ujar Macron pada Senin (7/11/2022) seperti dilaporkan Alarabiya.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Macron mengungkapkan, negara-negara Eropa telah memberikan kompensasi kepada negara miskin untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Karena itu, Macron mendesak negara-negara non-Eropa memberikan kompensasi.

“Tekanan harus diberikan kepada negara-negara kaya non-Eropa, dengan memberi tahu mereka, ‘Anda harus membayar bagian Anda yang adil’,” kata Macron.

Kompensasi dampak perubahan iklim terhadap negara-negara miskin menjadi salah satu pembahasan dalam konferensi iklim COP27 yang berlangsung di Mesir selama 13 hari.

Para kepala negara berkembang meraih kemenangan kecil ketika para delegasi setuju untuk memasukkan masalah kompensasi keuangan untuk kerugian dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim dalam agenda.

Hampir 100 kepala negara dan pemerintahan akan berbicara di COP27 pada Senin dan Selasa (8/11/2022). Tetapi Presiden China, Xi Jinping tidak menghadiri konferensi tersebut. Sementara Presiden AS Joe Biden akan datang akhir pekan ini setelah pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung pada Selasa. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Climate ChangeKrisis IklimPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.