• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

6 Diplomat China Menyerang Demonstran Pro Hong Kong di Inggris

by Redaksi Asiatoday
December 15, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 1 min read
A A
0
World Bank Desak China Pangkas Utang Negara Miskin

Negeri China. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – Pemerintah China menarik enam diplomatnya dari Inggris setelah mereka dinyatakan terlibat dalam aksi penyerangan dan pengeroyokan terhadap seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong yang terjadi di halaman konsulat China di Manchester pada Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Inggris, James Cleverly telah mengonfirmasi bahwa seorang konsul jenderal China dan lima stafnya akan meninggalkan negara tersebut.

“Kekerasan di konsulat China di Manchester tidak dapat diterima. 6 pejabat konsulat China, termasuk Konsul Jenderal, dikeluarkan dari Inggris menyusul insiden memalukan pada Oktober,” tulis Cleverly di akun Twitter resminya, Rabu (14/12/2022), dikutip laman Euronews.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Dikatakan, Kementerian Luar Negeri Inggris telah meminta China mencabut kekebalan diplomatik dari 6 diplomat terkait. Hal itu guna memberikan akses kepada kepolisian Inggris untuk membuka penyelidikan terhadap mereka. Namun Cleverly mengatakan, permintaan itu ditolak Beijing.

“Saya kecewa karena orang-orang ini tidak akan ditanyai atau diadili. Namun demikian, benar bahwa mereka yang bertanggung jawab atas adegan memalukan di Manchester tidak lagi atau akan segera berhenti menjadi staf konsuler yang terakreditasi di Inggris,” kata Cleverly.

Pada Oktober lalu, seorang pria bernama Bob Chen melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung konsulat China di Manchester. Dia menyuarakan dukungannya terhadap demokrasi Hong Kong.

Saat tengah melangsungkan aksinya, menurut pengakuan Chen, seorang pria bertopeng menyeretnya ke halaman konsulat. Setelah itu dia dipukuli.

Petugas polisi Inggris harus turun tangan dan mengeluarkan Chen dari halaman konsulat. Dia menderita luka di wajah dan punggungnya.

Kementerian Luar Negeri China menuduh Chen secara ilegal memasuki area konsulat. Beijing pun menyatakan staf diplomatiknya memiliki hak untuk menjaga keamanan di tempat mereka. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hong Kong Revolution
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.