• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 20, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Jepang Wajibkan Tes Covid-19 Bagi Traveler China

by Redaksi Asiatoday
December 28, 2022
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Anggap China, Rusia, dan Korea Utara sebagai Ancaman Keamanan Siber Global

Negeri Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jepang akan memperketat pengendalian perbatasan terhadap warga negara China.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mewajibkan para pelaku perjalanan (traveler) internasional dari China menunjukkan hasil tes negatif PCR yang berlaku mulai 30 Desember 2022. Jika hasilnya positif, maka mereka akan diwajibkan melakukan karantina selama tujuh hari.

Merespon hal tersebut, Kementerian Luar Negeri China (MFA) menyatakan, semua negara, termasuk Jepang harusnya bersikap proporsional tanpa memberikan dampak terhadap pertukaran antar-masyarakat.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

“Kami selalu percaya bahwa semua negara dalam menerapkan kebijakan tanggap Covid-19 harus didasari sains,” kata juru bicara MFA, Wang Wenbin di Beijing, Selasa (27/12/2022).

Ia menjelaskan, sejak Covid-19 mulai merebak pada tiga tahun yang lalu, China telah mengambil langkah-langkah yang tepat secara ilmiah.

“Kebijakan tersebut terarah dan responsif terhadap situasi yang berkembang dan telah disesuaikan dengan perkembangan sosial ekonomi,” katanya.

Bahkan, kebijakan antipandemi China itu telah memberikan kontribusi secara signifikan terhadap dunia global dalam memerangi pandemi dan menciptakan pemulihan ekonomi dunia.

Wang juga mengumumkan China akan membebaskan pelaku perjalanan internasional yang tiba di negaranya dari kewajiban karantina mulai 8 Januari 2023. Kebijakan baru tersebut merupakan tindak lanjut dari pelonggaran protokol kesehatan antipandemi Covid-19 yang dikeluarkan pada 7 Desember 2022.

Pelonggaran kebijakan itu dikeluarkan pada saat Cina sedang dilanda gelombang Omicron subvarian BF.7 yang diperkirakan telah menulari sekitar 250 juta warga setempat. (ANT)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: COVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Breaks Into World’s Top 53 Cities of 2026, Outranking Washington DC and Abu Dhabi
  • MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence
  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.