• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Karyawan Tewas Terbakar, Perusahaan Nikel China PT GNI Dikepung Ribuan Massa

by Redaksi Asiatoday
December 28, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Karyawan Tewas Terbakar, Perusahaan Nikel China PT GNI Dikepung Ribuan Massa

Aksi demonstrasi ribuan karyawan perusahaan Nikel China, PT GNI di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Ist

ASIATODAY.ID, MOROWALI  – Pasca kecelakaan kerja yang menewaskan dua karyawan, perusahaan nikel milik China, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dikepung ribuan massa.

Ribuan karyawan perusahaan itu menggelar aksi unjukrasa pada Selasa (27/12/2022).

Aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik, termasuk di area smelter nikel.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Dikutip dari pernyataan sikap para karyawan, Rabu (28/12/2022), dalam aksi itu, para karyawan menyampaikan 12 tuntutan terhadap manajemen PT.GNI. Salah satunya, adalah K3 (safety).

Pasalnya, di perusahaan ini kerap terjadi kecelakaan kerja hingga menelan korban jiwa dari pekerja.

Adapun 12 tuntutan karyawan terhadap manajemen PT GNI antara lain;

1.Masalah APD (helm, baju, sepatu dll) sudah tiga kali dijanjikan, namun sampai sekarang belum terpenuhi. Sedangkan jadwal penggunaan APD lengkap sudah diberlakukan.

2. Masalah potongan gaji sekali mangkir (absen) sebesar Rp 650.000,-.

3. Masalah debu dalam gudang ore kurang penerangan dan sangat gelap. Jika terjadi insiden, malah karyawan justru dikenakan SP 1, SP 2 dan SP 3.

4. Masalah kerusakan alat. Ini kurangnya perhatian perusahaan atas kerusakan atau kekurangan dari komponen alat yang ada di perusahaan.

Contohnya, ban mobil yang sudah tidak layak pakai masih dipaksakan untuk dipakai. Jika terjadi kebocoran atau meledak ban, maka operator alat yang dikenakan Surat Peringatan (SP).

Stok lampu hati-hati kendaraan juga kosong, sedangkan operator diharuskan atau wajib memakai lampu hati-hati (lampu hazard). Tapi stok lampu kosong atau tidak ada.

Wifer atau kanebo, stok wifer juga kosong. Sedangkan dalam gudang sangat berdebu. Jika alat yang dipakai tak ada wifer, maka bisa saja terjadi kecelakaan kerja. Sebab jalan tidak terlihat akibat kaca alat kabur karena terkena debu.

5. Tunjangan skill jangan dihilangkan. Tunjangan skill minta dinaikkan menjadi Rp 700.000. Tunjangan produksi dinaikkan menjadi Rp 400.000. Jangan dihilangkan tunjangan skill, karena tunjangan itu tetap ada, bukan mengikuti absensi atau SP.

6. Peraturan atau informasi: jika ada peraturan harus ada informasi surat resmi jangan cuma lisan.

7. Mesin penghisap: janji akan adanya mesin penghisap debu dalam gudang ore, tapi sampai saat ini belum ditepati.

8. Lemburan: lemburan operator jangan disamakan lemburan crew.

9. Gaji: kenapa gaji operator kalah dengan gaji crew, padahal operator punya skill.

10. Surat Peringatan (SP). SP dari pengawas China, maka harus disetujui oleh pengawas Indonesia.

11. Peraturan SP: kenapa SP harus ditargetkan dalam seminggu sebanyak tiga kali, apa tujuannya? Jika operator dalam seminggu tidak melakukan kesalahan-kesalahan, kenapa pengawas ditekan wajib mengeluarkan SP.

12. Pembagian Masker: untuk operator kenapa tidak ada pembagian masker. Perjanjian semua operator, jika ada diantara kami di SP atau di PHK, ataupun tidak lanjut kontrak maupun pengawas kami, maka akan melanjutkan aksi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi NikelPT. Gunbuster Nickel Industry
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.