• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Dokter Spesialis, Indonesia Kehilangan 7.000 Bayi Tiap Tahun

by Redaksi Asiatoday
January 6, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Buka Peluang Bagi Investor AS Bangun Rumah Sakit

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menghadapi masalah serius di dunia kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indonesia saat ini krisis dokter spesialis, termasuk jantung.

Akibatnya, lebih dari 7.000 bayi meninggal dunia akibat kelainan jantung bawaan setiap tahunnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menteri Budi Gunadi mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers virtual “Kinerja 2022 dan Program Kerja Kemenkes 2023”, Kamis (5/1/2022).

“Di Indonesia, sekitar 48.000 anak memiliki penyakit jantung bawaan pertahun, dan dari jumlah itu 12.500 anak mengidap penyakit jantung yang dalam kategori kritis,” jelas Budi.

“Namun, kapasitas operasi jantung bagi anak cuma mampu mencapai 5.000 an. Sisanya, kemungkinan meninggal dunia karena tidak tertangani, karena kita memang kekurangan dokter spesialis jantung,” tambahnya.

Selain kekurangan dokter spesialis jantung, Indonesia juga sangat kekurangan dokter spesialis anak. Padahal, setiap tahun terdapat 4,8 juta bayi yang lahir. Sementara, dari 100 bayi yang lahir, terdapat satu bayi yang mengalami kelainan jantung.

“Artinya 48.000 anak di Indonesia setiap tahun ada kelainan jantung, dan kalau sudah dalam taraf kritis dalam setahun maksimal dia harus dioperasi kalau enggak (operasi) bisa meninggal,” ungkapnya.

Dengan melihat fakta itu, Budi mengaku prihatin dengan kondisi kesehatan di Indonesia. Negara yang telah merdeka 77 tahun ini belum mampu menyediakan dan memfasilitasi kesehatan bagi anak.

“Oleh sebab itu, Kemenkes berupaya bekerja sama dengan para stakeholder kesehatan khususnya swasta untuk mendorong percepatan menghasilkan dokter spesialis khususnya jantung di Indonesia. Mengingat Jantung menjadi penyakit pembunuh yang ada di urutan atas di Indonesia,” ujarnya lagi.

Dikatakan, Kemenkes telah bekerja sama dengan pihak-pihak yang memberikan beasiswa seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar dapat merekrut dokter spesialis jantung dan anak.

“Untuk mengurangi kekurangan dokter di daerah kita juga terus berusaha mempermudah registrasi dan permohonan izin praktik bagi dokter di Indonesia,” tandasnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gagal JantungKrisis DokterTenaga Kesehatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.