• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Tutup Saluran Komunikasi Militer dengan AS

by Redaksi Asiatoday
February 18, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tutup Saluran Komunikasi Militer dengan AS 1

Pertemuan bilateral Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden China, Xi Jinping menjelang KTT Puncak G20 di Bali. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) kian renggang setelah penembakan balon mata-mata China bulan ini.

Meski lomunikasi diplomatik AS dengan China tetap terbuka, tetapi kontak antara militer tetap ditutup, kata Gedung Putih pada Jumat (17/2/2023).

Dilansir dari Reuters, Sabtu (18/2/2023), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby juga mengatakan ini bukan “waktu yang tepat” bagi Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk melakukan perjalanan ke China setelah dia menunda perjalanan pada 5-6 Februari karena persoalan balon mata-mata.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Tapi, Presiden Joe Biden ingin berbicara kepada Presiden China Xi Jinping pada waktu yang tepat.

Kirby mengatakan, bahwa diplomat AS dan China masih dapat berkomunikasi meskipun ada ketegangan terkait insiden balon tersebut.

“Saya akui ada ketegangan, tapi Menlu Blinken masih membuka jalur komunikasi dengan Menlu China. Kami masih punya kedutaan di Beijing… dan Deplu juga bisa berkomunikasi langsung dengan personel kedutaan RRC di sini,” ujarnya mengacu pada Republik Rakyat China.

“Sayangnya, jalur militer tidak terbuka, dan itulah yang benar-benar ingin kami ubah,” katanya.

Putuskan Saluran Militer

China memutuskan beberapa saluran komunikasi militer-ke-militer dan bidang dialog bilateral lainnya setelah kunjungan eks Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus 2022.

China menyebut kunjungan itu membawa hubungan Washington-Beijing ke titik terendah yang berbahaya.

Pada Kamis (16/2/2023), Biden menyampaikan pidato perihal insiden balon mata-mata. Dia berharap bisa berbicara dengan pemimpin China Xi tentang hal itu dan menyelesaikan persoalan tersebut.

Menjawab pertanyaan, Kirby mengatakan Washington tidak secara resmi meminta telepon dengan Xi, tetapi menambahkan: “Itu berarti tidak akan terjadi, bahwa presiden … tidak ingin berbicara dengan Presiden Xi. Dia akan melakukannya. ”

“Tidak ada prasyarat untuk menelepon,” kata Kirby. “Presiden ingin berbicara dengan Presiden Xi pada waktu yang tepat.”

Biden dan Xi terakhir berbicara pada pertemuan November di Pulau Bali dan kedua belah pihak melihat perjalanan Blinken ke Beijing sebagai kesempatan untuk menindaklanjuti upaya menstabilkan hubungan yang semakin tegang.

Komentar Kirby muncul ketika para pejabat AS melihat kemungkinan pertemuan antara Blinken dan diplomat tinggi China Wang Yi di sela-sela Konferensi Keamanan Munich yang dimulai pada Jumat (17/2/2023).

Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang juga berada di Munich untuk konferensi tersebut, membela penanganan pemerintah atas insiden balon dan penembakan tiga benda tak dikenal lainnya.

“Itu perlu ditembak jatuh karena kami yakin itu digunakan oleh China untuk memata-matai orang Amerika,” katanya kepada MSNBC.

“Kami akan mempertahankan perspektif yang kami miliki dalam hal apa yang seharusnya menjadi hubungan antara China dan Amerika Serikat,” kata Harris.

“Itu tidak akan berubah, tapi pasti dan pasti balon itu tidak membantu.”

China bereaksi dengan marah ketika militer AS menembak jatuh balon setinggi 200 kaki (60 meter) di Carolina Selatan pada 4 Februari setelah.

China mengatakan bahwa objek yang terbang di langit AS bukan balon mata-mata, namun pesawat pemantau kondisi cuaca yang terbang keluar jalur.

AS telah mengumpulkan sensor dan puing-puing balon tersebut dan para penyelidik sekarang sedang menganalisisnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.