• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS dan NATO Ingatkan China akan Menerima Konsekuensi Besar Jika Dukung Rusia

by Redaksi Asiatoday
February 27, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS dan NATO Ingatkan China akan Menerima Konsekuensi Besar Jika Dukung Rusia

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan. Dok Potus

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan kepada China, bahwa akan ada konsekuensi yang besar jika China mengirimkan senjata ke Rusia, dalam perang dengan Ukraina.

Laporan Kantor Berita Antara, Minggu (27/3/2023), Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa keputusan membantu Moskow, termasuk memberikan bantuan militer, ada di tangan Beijing. Namun dia menyatakan akan ada konsekuensi serius yang dapat diterima China nantinya.

“… Jika itu yang terjadi, akan ada konsekuensi yang harus ditanggung China,” kata Sullivan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dalam wawancara terpisah dengan program “This Week” di ABC, dia mengatakan China belum mengirimkan bantuan itu, tetapi juga belum mengesampingkan opsi tersebut.

Sebelumnya para pejabat AS telah memperingatkan pejabat China dalam forum tertutup tentang akibat yang akan ditanggung jika mengirimkan senjata ke Rusia, kata Sullivan. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh tentang pembicaraan tertutup itu.

AS dan para sekutunya di pakta pertahanan NATO ramai-ramai memperingatkan China tentang hal itu dalam beberapa hari terakhir.

Mereka mengeluarkan pernyataan terbuka tentang keyakinan mereka bahwa China sedang mempertimbangkan untuk memberikan peralatan mematikan kepada Rusia.

Direktur CIA William Burns juga telah memberikan komentarnya pada Minggu.

“Kami yakin bahwa pemimpin China sedang mempertimbangkan bantuan peralatan mematikan. Kami juga belum melihat keputusan final sudah dibuat (China), dan kami belum melihat bukti adanya pengiriman peralatan mematikan,” kata Burns.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy di Kiev, Senin lalu dan menjanjikan bantuan baru bagi Ukraina senilai US$500 juta (sekitar Rp7,6 triliun).

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan akan mengunjungi China pada April tahun ini. Hal itu dilakukannya untuk meminta bantuan pemerintah China dalam mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina. Pengumuman itu datang setelah China menerbitkan 12 poin yang menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama setahun.

Macron berbicara di sela-sela acara pertanian di Paris dan mengatakan dia akan mengunjungi China pada awal April.

Menurutnya, China harus membantu untuk menekan Rusia agar tidak menggunakan senjata kimia atau nuklir dan menghentikan serangan.

“China harus membantu kami menekan Rusia agar tidak pernah menggunakan senjata kimia atau nuklir dan menghentikan agresinya sebagai prasyarat untuk pembicaraan,” lanjutnya, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (26/2/2023). (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.