• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Peledakan Pipa Gas Nord Stream Dianggap Sebagai “Tindakan Perang”

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Norwegia Tertarik pada Proyek Sabotase AS terhadap Jalur Pipa Gas Nord Stream

Lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. Foto: Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark

ASIATODAY.ID, NEW YORK CITY – Diperkirakan sebanyak setengah juta metrik ton metana meledak dari jaringan pipa gas Nord Stream yang rusak, kuantitas yang dikeluarkan dalam satu waktu itu lebih besar dibandingkan yang pernah tercatat sebelumnya. Demikian dilansir portal berita Amerika Serikat (AS) Workers World pada Sabtu (4/3/2023) tentang ledakan yang terjadi pada 26 September 2022 itu.

Metana, yang merupakan komponen utama dalam gas alam, memerangkap panas 80 kali lebih efisien dibandingkan karbon dioksida, dan pelepasan metana yang disebabkan oleh manusia terjadi karena semua pengembangan bahan bakar fosil serta tempat pembuangan sampah, selain peternakan dan sawah.

“Kuantitas emisi metana yang disebabkan oleh manusia dianggap sebagai faktor yang lebih besar untuk perubahan iklim jangka pendek ketimbang karbon dioksida,” menurut laporan berjudul “Nord Stream pipeline attack: An act of war” (Serangan pipa gas Nord Stream: Tindakan perang) tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pada 21 Februari, para perwakilan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Ekuador, Gabon, Mozambik, dan negara lainnya berbicara tentang akibat ledakan yang menjadi sumber polusi yang tak terkira bagi kehidupan laut di area tersebut; ancaman terhadap navigasi udara dan laut; konsekuensi iklim yang menghancurkan; dan bahaya yang ditimbulkan ledakan itu bagi situasi geopolitik global yang kompleks, di mana insiden apa pun dapat memicu konsekuensi yang tidak dapat diprediksi, kata laporan itu.

Uni Emirat Arab merupakan salah satu perwakilan dari banyak negara yang menyerukan investigasi independen sesegera mungkin berdasarkan sains dan fakta, bukan dengan sikap politik, ujar laporan tersebut.

“Sangat jelas, Pentagon (AS) lebih tertarik untuk mengintensifkan perang proksinya melawan Rusia dibandingkan membantu transisi ke energi hijau,” ungkap laporan itu sembari mengutip laporan jurnalis investigasi pemenang Penghargaan Pulitzer Seymour Hersh baru-baru ini yang menyebutkan bahwa AS dan Norwegia menghancurkan jaringan pipa gas Nord Stream Rusia dengan metode canggih.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada konferensi pers tahun lalu bahwa “jika Rusia menginvasi (Ukraina) … tidak akan ada lagi Nord Stream 2. Kami akan mengakhirinya,” menurut laporan tersebut.

Jaringan pipa gas Nord Stream membentang dari Rusia langsung menuju Jerman melalui Laut Baltik, dan memasok Jerman dengan surplus gas alam Rusia yang begitu besar sehingga Jerman dapat menjual kelebihan gas tersebut ke negara-negara lain di Eropa Barat, ungkap laporan itu. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Nord Stream
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.