• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Genom Manusia Tertua Ditemukan di Spanyol Selatan

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2023
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Genom Manusia Tertua Ditemukan di Spanyol Selatan

Kawasan Gua Malalmuerzo di Semenanjung Iberia bagian selatan, Spanyol selatan. Foto Tangkapan layar

ASIATODAY.ID, BARCELONA – Sebuah tim peneliti internasional berhasil menemukan genom manusia tertua dari Spanyol selatan.

Genom itu milik seorang individu berusia 23.000 tahun yang hidup pada puncak Zaman Es terakhir, ketika permukaan laut jauh lebih rendah dibandingkan saat ini.

Genom itu ditemukan di Gua Malalmuerzo di Semenanjung Iberia bagian selatan, yang pada saat itu merupakan salah satu bagian terhangat di Eropa dan mungkin merupakan tempat perlindungan dari suhu ekstrem yang memengaruhi benua tersebut.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

“Genom ini membuktikan kegigihan beberapa garis keturunan di Semenanjung Iberia dan menunjukkan bahwa ini adalah satu-satunya tempat di Eropa di mana populasi bertahan dari periode Glasial Maksimum Terakhir. Semenanjung ini menjadi tempat perlindungan mereka,” kata penulis utama studi tersebut, Carles Lalueza-Fox, yang merupakan ahli genetika di Institut Biologi Evolusioner (Institute of Evolutionary Biology) Spanyol.

Artikel Lalueza-Fox tentang studi yang diterbitkan pada bulan ini di jurnal ilmiah Nature Ecology & Evolution tersebut juga menunjukkan bahwa Semenanjung Iberia kemungkinan menjadi titik awal untuk rekolonisasi Eropa setelah periode Glasial Maksimum Terakhir.

“Sungguh luar biasa dapat menemukan warisan genetik yang bertahan lama di Semenanjung Iberia, terutama karena nenek moyang sebelum Zaman Es ini telah lama menghilang di bagian lain Eropa,” imbuh peneliti senior Wolfgang Haak dari Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi (Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology).

Para peneliti juga menemukan genom dari para petani awal yang hidup antara 7.000 hingga 5.000 tahun silam dari sejumlah situs terkemuka lainnya, seperti Gua Ardales di dekat Malaga, yang mereka harapkan dapat menjelaskan awal pertanian di daerah tersebut. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Genom ManusiaSpanyol
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.