• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mata Uang lira Turkiye Ambruk, Pecahkan Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

by Redaksi Asiatoday
March 17, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Mata Uang lira Turkiye Ambruk, Pecahkan Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

Mata uang Lira Turkiye. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, ISTANBUL – Mata uang lira Turkiye merosot ke rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/3), yang diperdagangkan di atas 19 lira Turkiye di tengah ketidakpastian lokal dan global.

Setelah melampaui level resistensi 19, satu dolar menyentuh angka 19,01 lira pada pukul 14.00 waktu setempat (18.00 WIB). Mata uang tersebut telah kehilangan sekitar 70 persen nilainya terhadap dolar sejak awal 2022.

Masyarakat Turkiye telah lama berjuang melawan kenaikan biaya hidup yang dipicu oleh tingkat inflasi yang tinggi, yang mencapai level tertinggi dalam 24 tahun sebesar 85,51 persen pada Oktober 2022.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Inflasi mencapai 55,18 persen pada Februari, tetapi biaya hidup aktual yang dialami oleh masyarakat lokal bahkan lebih tinggi mengingat harga banyak produk sedikitnya naik dua kali lipat dalam setahun terakhir.

Murat Tufan, seorang analis dari lembaga penyiaran Turkiye Ekoturk, mengatakan kepada Xinhua bahwa ada dua alasan di balik depresiasi mata uang tersebut.

Salah satunya adalah ketidakpastian di balik pemilihan mendatang di negara ini, ujarnya. “Pertanyaan di benak setiap orang adalah apa yang akan menjadi kebijakan moneter pemerintahan baru,” papar Tufan, seraya mengungkapkan bahwa periode seperti itu menciptakan ketidakpastian yang signifikan bagi pasar.

Turkiye akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen pada 14 Mei mendatang.

Yang kedua adalah “krisis yang dibawa oleh Silicon Valley Bank dan Credit Suisse,” lanjut analis itu, “negara-negara berkembang, seperti Turkiye, sangat terdampak parah ketika ada krisis di negara-negara penyedia likuiditas.”

Saham Credit Suisse, bank terbesar kedua di Swiss, jatuh ke rekor terendah pada Rabu (15/3), merosot lebih dari 20 persen. Sementara itu, Silicon Valley Bank yang berbasis di AS kolaps pekan lalu.

“Keduanya berkontribusi pada penurunan nilai lira Turkiye,” imbuh Tufan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Turkiye
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.