• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Australia Terapkan Aturan Baru Visa

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indo Pasifik Memanas, Australia Siap Persenjatai Taiwan Lawan Agresi China

Negeri Australia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Australia menerapkan aturan baru tentang imigrasi yang akan dimulai pada Juli 2023.

Kebijakan tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Clare O’Neil, belum lama ini.

Melalui aturan ini, pelajar dan pekerja terampil akan semakin mudah mengajukan visa Permanen Residency di negara tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Dikutip dari Homeaffairs.gov.au, Rabu (3/5/2023), dijelaskan bahwa dalam upaya untuk meringankan kekurangan tenaga kerja Australia saat ini, pemerintah federal telah menghapus pembatasan kerja visa pelajar. Penghapusan pembatasan ini memungkinkan mereka untuk bekerja selama 40 jam per dua minggu seperti biasa. Pembatasan ini akan diberlakukan kembali mulai 1 Juli 2023 dan dibatasi dengan peningkatan tarif 48 jam per dua minggu.

Perpanjangan visa untuk pelajar Mulai 1 Juli 2023, beberapa pemegang visa Lulusan Sementara subkelas 485 akan diizinkan tinggal di Australia untuk jangka waktu yang lebih lama. Perubahan tersebut akan mengakibatkan masa tinggal selama: empat tahun untuk lulusan sarjana, naik dari dua tahun sebelumnya lima tahun untuk lulusan magister, naik dari tiga tahun sebelumnya enam tahun untuk lulusan doktor, naik dari empat tahun sebelumnya.

Perpanjangan satu atau dua tahun untuk siswa yang memenuhi syarat yang tinggal, bekerja dan belajar di daerah tidak akan berubah.

Pemerintah Australia juga mengumumkan perubahan pada visa subkelas 482 Temporary skill shortage (TSS) yang akan memungkinkan orang untuk mengajukan izin tinggal permanen di negara tersebut.

Pemerintah Australia juga melakukan penghapusan batasan usia pada pemegang visa 457, dan memperluas kelayakan untuk visa pembuat liburan kerja subkelas 462.

Selain hal tersebut, berikut adalah lima perubahan Visa Australia yang perlu diketahui:

  1. Tes poin untuk visa migran berketerampilan umum yaitu sublass 189/190 dan 491 akan diubah.
  2. Siswa internasional dengan keterampilan khusus dan bakat tinggi akan diperbolehkan mengajukan izin tinggal permanen tetapi persyaratan untuk visa pelajar akan diperketat.
  3. Pada akhir tahun 2023 semua pekerja sementara yang memiliki keterampilan akan dipermudah mengajukan izin tinggal permanen.
  4. Akan ada klasifikasi CISA yang lebih sederhana dan jalur migrasi sementara akan direstrukturisasi menjadi 3 jalur.
  5. Ambang pendapatan minimum untuk pekerja terampil dengan visa sponsor dan merupakan subkelas 482/186 dan 494 akan ditingkatkan menjadi 70.000 dollar per tahun.
  6. Pengujian pasar tenaga kerja atau Labour Market Testing (LMT) akan diganti dengan mekanisme baru. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.