• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Timur Tengah dan Afrika Jadi Basis Investasi Asing Sektor Digital dan Energi Hijau

by Redaksi Asiatoday
May 10, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cegah Varian Delta, UEA Tutup Pintu Masuk Bagi Wisatawan Indonesia

Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dok Emirates

ASIATODAY.ID, DUBAI – Timur Tengah dan Afrika (MEA) mengalami lonjakan pertumbuhan tercepat untuk investasi asing langsung (FDI) sejak 2019.

Laporan terbaru yang diluncurkan Investment Monitor pada Pertemuan Investasi Tahunan (AIM Global 2023) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, MEA tercatat telah menjadi basis FDI terbesar sepanjang 2022 dengan digitalisasi dan energi hijau menjadi prioritas investor.

Dilansir dari Zawya, Rabu (10/5/2023), laporan bertajuk “Laporan FDI Pemantauan Investasi 2023: Fokus pada Timur Tengah dan Afrika” tersebut mengungkapkan, meskipun ada tantangan yang terus berlanjut, kawasan MEA memiliki peluang kuat untuk mengamankan FDI lebih besar karena investor mengincar investasi berkelanjutan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Timur Tengah mengalami lonjakan FDI terbesar pasca-pandemi pada 2021, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Afrika mencatat pertumbuhan yang kokoh sebesar 37,8 persen. Kedua wilayah mengalami peningkatan FDI yang kuat pada 2022, dengan Afrika meningkat sebesar 17,7 persen dan Timur Tengah meningkat sebesar 13,6 persen.

Menariknya, meski kehilangan pangsa pasar global, namun Eropa, Asia, dan Amerika Utara terus menjadi tiga pasar regional teratas untuk FDI.

Kepala Ekonom di Investment Monitor dan Kepala Layanan FDI di Global Data Media, Glenn Barklie, mengungkapkan, beberapa investasi besar baru-baru masuk ke MEA, termasuk pabrik billet terintegrasi milik J.O Steel milik Inggris senilai US$865 juta di Arab Saudi.

Kemudian investasi ACME Cleantech US$13 miliar di proyek hidrogen hijau di Mesir, dan Total Energies Prancis dan area produksi minyak mentah China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) senilai US$10 miliar di Uganda.

“Ada lebih dari 1.600 perusahaan yang berinvestasi di MEA pada 2022,” kata Barklie menambahkan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Investasi DigitalInvestasi Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.