• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Genggam 50 Persen Ekonomi Indonesia

by Redaksi Asiatoday
May 15, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presidensi G20: Jalan Indonesia Jadi Negara Strategis di Dunia

DKI Jakarta, Ibukota Indonesia. Foto: Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) mengungkap sebuah fakta mengejutkan tentang kuatnya dominasi China di Indonesia.

Menurut JK, dari 50 persen perekonomian Indonesia dikuasai oleh orang China.

“Kita di Indonesia, penduduk China itu hanya empat setengah persen, tapi menguasai ekonomi lebih 50 persen. Jadi kekuatan 10 kali lipat daripada jumlahnya,” kata JK dalam acara Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Silaturahmi Tokoh Bangsa, dikutip dari YouTube ICMI TV, yang dimonitor Senin (15/5/2023).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

JK mengungkapkan hal itu dalam kaitannya sebagai tantangan umat Islam di Indonesia. JK memandang, Muslim Indonesia kebanyakan hanya mampu menunaikan 3 dari 5 Rukun Islam.

Menurutnya, Zakat dan Naik Haji tak tertunaikan karena berkaitan dengan kemampuan materi atau finansial. Muslim di Indonesia masih kurang dalam kewirausahaan atau enterpreneurship untuk mendongkrak kemampuan finansialnya.

“Itu tantangan terbesar kita pada dewasa ini ialah enterpreneurship, bukan hanya ilmu saja,” imbuhnya.

Padahal, sambung JK, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang luar biasa, tetapi pengolahannya masih banyak dikuasai asing.

Lebih lanjut, JK juga membandingkan orang-orang kaya di negara lainnya. Dia mengatakan di Pakistan, daftar teratas orang kaya diisi oleh orang Pakistan, begitu pula dengan Arab. Meskipun demikian, JK menyebut keberadaan asing yang menguasai perekonomian Indonesia tetap memiliki peran penting di antaranya karena membayar pajak dan berhasil membuka banyak lapangan pekerjaan.

“Mereka [asing] tidak salah, yang kurang adalah kita [orang Indonesia],” kata JK.

Oleh karenanya, saat ini yang perlu didorong harus lebih dari kecendikiawanan, tetapi juga sektor kewirausahaan yang mampu bertahan dan berdaya saing. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.