• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin Marah Besar, Rusia Siapkan Balasan Atas Serangan di Jembatan Krimea

by Redaksi Asiatoday
July 18, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Teken Dekrit untuk Ambilalih Proyek Minyak dan Gas Sakhalin-1 dari Exxon

Presiden Rusia Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar atas serangan Ukraina di Jembatan Krimea dan berjanji akan melakukan balasan.

“Tentu saja, tanggapan Rusia akan mengikuti. Kementerian Pertahanan sedang mengerjakan proposal yang relevan,” katanya pada pertemuan pemerintah tentang situasi di sekitar Jembatan Krimea, dilansir dari TASS, Selasa (18/7/2023).

Deputi Perwakilan Tetap Pertama Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky mengindikasikan keterlibatan agen intel Inggris dalam serangan Jembatan Krimea.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Saya belum pernah mendengar pendukung Barat dari rezim Kiev mengutuk aksi terorisme ini,” ujarnya.

Akibat serangan ini, sambungnya, dua warga negara Rusia tewas.

Lebih lanjut, Polyansky mengatakan bahwa Ukraina telah berubah menjadi perusahaan militer swasta untuk negara-negara Barat yang mengobarkan perang proksi melawan Moskow.

Menurutnya, otoritas Ukraina membuat paraf draf perjanjian dengan Moskow yang telah disiapkan di Istanbul pada Maret 2022 tetapi justru menolak untuk menyelesaikan konflik secara damai.

“Ini adalah fase yang benar-benar panas dari perang proksi NATO melawan Rusia sampai Ukraina terakhir dimulai, dan Ukraina, pada kenyataannya, berubah menjadi perusahaan militer swasta yang disewa oleh Washington, London dan Brussel,” kata Polyansky. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Vladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.