• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kadin Dorong Kolaborasi Indonesia-Australia Diperluas

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kadin Dorong Kolaborasi Indonesia-Australia Diperluas

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya mengusulkan agar kolaborasi atau kerja sama jangka panjang dengan Australia diperluas. Hal itu disampaikan usai pertemuan Kadin dengan Konsulat Jenderal Australia, Sabtu (28/9/2019).

Ketua Kadin Surabaya Ali Affandi mengatakan kerja sama itu bisa dimulai melalui startup-nya, pengusaha mudanya serta industri besarnya.

Skema kolaborasi jangka panjangnya kata dia, bisa berupa transfer teknologi, pendidikan kewirausahaan, transfer inovasi, dan kerja sama dagang.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Jadi bukan semata-mata ekspor-impor, tapi ada nilai tambah yang akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Australia,” ujar mantan Ketua Hipmi Jawa Timur itu dikutip dari Antara, Senin (30/9/2019).

Andi juga mengajak para pihak di Australia untuk berwisata ke Jawa Timur, karena Surabaya adalah pintu masuk utamanya.

“Selama ini Australia belum termasuk sumber wisatawan utama bagi Jawa Timur. Padahal orang Australia yang ke Bali dalam setahun mencapai sekitar 1,1 juta orang,” katanya.

Pasar itu harus dibidik oleh Surabaya dengan segala potensi destinasi di sekitarnya yang meliputi Malang hingga Gunung Bromo.

“Alhamdulillah, tadi saya cerita ke Malcom Turnbull, beliau sangat tertarik dengan berbagai potensi destinasi di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, pertemuan digelar antara mantan Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull dengan sejumlah pelaku ekonomi.

Pertemuan yang dikemas dengan makan bersama itu membahas berbagai upaya peningkatan hubungan ekonomi Australia dan Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu dibicarakan sejumlah hal untuk semakin meningkatkan kualitas hubungan ekonomi Australia dan Jawa Timur. Saat ini, neraca perdagangan Jatim terhadap Australia masif defisit.

Pada 2018, nilai ekspor Jatim ke Negeri Kanguru itu sebesar USD375 juta. Adapun impornya sebesar USD725 juta.

Kadin Surabaya dalam kesempatan itu juga menyampaikan berbagai prospek ekonomi yang bisa digarap di Surabaya dan daerah-daerah hinterland-nya seperti Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Australia bisa menjalin relasi dengan para pelaku usaha di Surabaya dan sekitarnya untuk saling memenuhi kebutuhan,” kata Andi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: KadinKerjasama Indonesia-Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.