• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Polusi Udara Meningkat di Bangkok, Warga Diminta Pakai Masker

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Polusi Udara Meningkat di Bangkok, Warga Diminta Pakai Masker

Polusi udara di Bangkok, Thailand. Foto : highondreams

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Kabut asap menyelimuti Bangkok pada hari Senin (30/9/2019), menyebabkan kualitas udara ibu kota Thailand tersebut menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Atas kondisi itu, Perdana Menteri Thailand menghimbau warganya agar memakai masker.

Dilansir Bloomberg, Bangkok berada di peringkat ketiga polusi global di antara kota-kota besar pada pukul 09.45 waktu setempat di level 174, berdasarkan data pemantauan kualitas udara AirVisual. Sejumlah pejabat pemerintah mengatakan kabut asap terjadi karena pola cuaca yang menghambat angin.

Lonjakan polusi yang disebabkan oleh emisi industri, konstruksi, pembakaran tanaman, dan asap kendaraan telah mengguncang Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kabut adalah salah satu menjadi trending teratas di Twitter untuk Bangkok, menggarisbawahi kekhawatiran yang berkembang mengenai masalah kualitas udara.

“Pagi ini, banyak daerah di Bangkok memiliki tingkat debu PM 2,5 yang melebihi level standar. Saya minya lembaga terkait untuk melanjutkan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan dan meminta kerjasama dengan situs konstruksi dan pabrik untuk mengurangi debu dan polusi udara,” ungkap Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha di akun Twitter-nya.

“Bagi orang-orang yang perlu pergi ke luar untuk melakukan kegiatan, harap memakai topeng,” lanjutnya.

Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir menderita buruknya kualitas udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan Indonesia, namun titik-titik panas saat ini mulai berkurang.

Sejauh ini, kabut asap di Thailand belum merusak pariwisata. Namun, kabut asap yang memburuk dapat menimbulkan tantangan bagi industri yang merupakan kunci pertumbuhan ekonomi negara tersebut. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kabut AsapPolusi di AsiaPolusi UdaraThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.