• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Ingin Minta Bantuan China Atasi Polusi di Jakarta

by Redaksi Asiatoday
August 31, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
5 Sumber Terbesar Polusi Udara di Jakarta, Paling Akhir Sangat Berbahaya

Kota Jakarta diselimuti Polusi Udara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mengalami kesulitan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta yang terus memburuk.

Karena itu, Indonesia pun ingin meminta bantuan negara lain, salah satunya China.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, China telah menjadi contoh terbaik dalam penanggulangan polusi di dunia, karena berhasil mengurangi kadar polusi udara sebanyak 40% dalam waktu tujuh tahun.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Meskipun semua negara berusaha mengurangi polusi udara, ada yang memerlukan waktu 20 tahun, 25 tahun, tetapi China berhasil mencapainya dalam waktu 6 hingga 7 tahun,” ungkap Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (30/8/2023) yang dipantau secara daring.

Budi menyatakan hasil studi Kemenkes menunjukkan bahwa China menjadi negara yang paling cepat dalam mengatasi masalah polusi udara, yang juga beriringan dengan persiapan Olimpiade Beijing 2022.

“China memiliki motivasi untuk memastikan bahwa Olimpiade Beijing tidak menjadi sasaran kritik dari dunia internasional. Oleh karena itu, mereka giat dalam menurunkan tingkat polusi,” tambahnya.

Selama pertemuan tersebut, Budi menjelaskan beberapa strategi penanggulangan polusi yang diterapkan di China dan dapat diadopsi oleh Indonesia. Salah satunya, pemasangan 1.000 perangkat pemantau kualitas udara di berbagai lokasi dengan biaya relatif terjangkau, yang mampu mencakup banyak kota.

Jika pemantauan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran udara, pihak berwenang setempat langsung mengirimkan petugas pemantau bergerak ke lokasi untuk melakukan analisis mendalam terhadap sumber polutan.

Strategi pengendalian polusi berdasarkan data sumber polutan di China mencakup langkah-langkah seperti pengurangan emisi industri, pembatasan produksi di industri yang mencemari tinggi, penghentian pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), penggantian sumber energi batu bara dengan alternatif yang lebih bersih, serta penerapan pajak emisi karbon.

Untuk pengendalian emisi kendaraan, China memberikan subsidi untuk pembelian kendaraan berbahan bakar listrik atau gas, membatasi penjualan kendaraan bensin atau diesel, membatasi lalu lintas kendaraan bensin atau diesel, menegakkan standar emisi yang lebih ketat, serta mempromosikan layanan transportasi umum berbasis listrik atau gas.

Langkah pengendalian debu melibatkan usaha pengurangan debu di lokasi konstruksi dan jalan raya. Pemantauan kualitas udara dijalankan dengan membangun 5.000 stasiun pemantauan udara real-time yang menggunakan teknologi laser radar dan satelit.

Selain itu, China juga mengurangi risiko dan dampak kesehatan dengan pendidikan berkelanjutan kepada masyarakat tentang kualitas udara melalui penyiaran reguler, implementasi langkah darurat saat polusi tinggi, program reforestasi, serta penelitian dan inovasi dalam penanggulangan polusi udara.

“China mampu mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih tepat berdasarkan data yang ada,” kata Budi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Polusi JakartaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.